Menengok Pembuatan Blangkon di Desa Wisata Girilayu, Karanganyar

Seno mengaku mampu menyelesaikan 7-8 blangkon setiap harinya di sebuah ruangan kecil berukuran sekitar 2x3 meter.

Menengok Pembuatan Blangkon di Desa Wisata Girilayu, Karanganyar
TRIBUNSOLO.COM/EFREM SIREGAR
Seno sedang membaut Blankon Lamongan di ruang kerjanya, Desa Girilayu, Kecamtan Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (1/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Efrem Siregar

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Seno Aji adalah adalah satu-satunya pengrajin blangkon di Desa Wisata Girilayu, Kecamatan Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah.

Seno mengaku mampu menyelesaikan 7-8 blangkon setiap harinya di sebuah ruangan kecil berukuran sekitar 2x3 meter.

Ia ditemani tiga pekerja lain untuk mengerjakan tudung kepala tradisional Jawa tersebut.

Namun, Seno adalah yang paling tua di antara pekerja lainnya.

Difoto Diam-diam oleh Kahiyang Ayu, Intip Momen Manis Bobby Nasution saat Bersama Sedah Mirah

Jam terbang pun menjadikan Seno seorang pekerja cekatan.

Ia bisa menyelesaikan satu blangkon hanya dalam waktu satu setengah jam.

Blangkon Solo buatan Seno diletakkan di atas kelebut.
Blangkon Solo buatan Seno diletakkan di atas kelebut. (TRIBUNSOLO.COM/EFREM SIREGAR)

Sementara pekerja lain, butuh waktu 2,5 jam.

"Saya mulai membuat blangkon tahun 1992," kata Seno kepada TribunSolo.com, Kamis (1/8/2018).

Warga di Solo Ini Ingin Sedah Mirah Nasution Kelak Jadi Pemimpin Seperti Jokowi

Seno mengaku awalnya tidak tertarik untuk menggeluti kerajinan blangkon.

Halaman
123
Penulis: Efrem Limsan Siregar
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help