Faktor Keamanan, Sejumlah Wisatawan dari Solo Batalkan Berwisata ke Lombok dan Bali

Pihaknya mengatakan di Batari Tour and Travel, terdapat sekitar 160 pelanggan yang terpaksa membatalkan pembelian paket wisata ke Lombok

Faktor Keamanan, Sejumlah Wisatawan dari Solo Batalkan Berwisata ke Lombok dan Bali
KOMPAS.com/KARNIA SEPTIA
Lombok International Airport. Gambar diambil pada 4 Maret 2017. 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Adanya musibah gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (5/8/2018), membuat sejumlah wisatawan dari Solo membatalkan perjalanan mereka.

Hal tersebut dikatakan oleh Pemilik Batari Tour and Travel, Mirza Ananda, di mana pembatalan tersebut adanya pertimbangan masalah keamanan.

"Dengan adanya musibah ini, kita juga menyarankan agar pelanggan tidak mengambil paket ke Lombok. Alasannya, karena faktor keamanan," terangnya kepada wartawan, Selasa (7/8/2018).

Pihaknya mengatakan di Batari Tour and Travel, terdapat sekitar 160 pelanggan yang terpaksa membatalkan pembelian paket wisata ke Lombok.

Polres Karanganyar Buka Posko Bantuan untuk Korban Gempa Bumi di Lombok

Dan sesuai jadwal serta rencana, mereka harusnya berangkat pada akhir pekan ini. 

Bagi wisawatan yang melakukan pembatalan tersebut, meminta untuk dilakukan pengalihan destinasi, dari Lombok ke daerah wisata lain.

Termasuk jadwal pemberangkatannya, juga diminta untuk dilakukan penjadwalan ulang. 

Sementara tidak hanya yang ke Lombok saja namun juga wisata ke Bali juga terdampak.

Belum Lama Menikah, Kimmy Jayanti Hapus Semua Foto Pernikahannya. Ternyata Ini yang Terjadi

Executive Direktur Mulia tour and travel, Triadi Pramita Abadi mengatakan, akibat adanya musibah gempa bumi itu sejumlah paket menuju Bali terpaksa dibatalkan pelanggan. 

"Ada sekitar 10 pelanggan yang membatalkan," terangnya. 

Menurutnya, potensi paket wisata ke Lombok dan Bali selama ini cukup banyak peminatnya.

Bahkan dalam satu bulan, rerata wisatawan yang dilayani ke Bali mencapai 600-700 orang, sedangkan Lombok mencapai sekitar 100-200 orang. (*) 

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help