Genjot Kenaikkan PAD, Ketua Komisi B DPRD Karanganyar Desak RSUD Terapkan Parkir Meter

Dampak baiknya justru terlihat dari penerapan parkir meter di wahana wisata Edupark Intanpari, Karanganyar, sejak Maret 2018 lalu

Genjot Kenaikkan PAD, Ketua Komisi B DPRD Karanganyar Desak RSUD Terapkan Parkir Meter
TribunSolo.com/Efrem Limsan Siregar
Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Karanganyar Tony Hatmoko. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Efrem Siregar

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Tony Hatmoko, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, mengatakan pihaknya tengah berupaya memaksimalkan kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karanganyar 2018.

Minimnya PAD, menurut Tony, salah satunya disebabkan oleh belum beroperasinya e-billing pajak.

Dampak baiknya justru terlihat dari penerapan parkir meter di wahana wisata Edupark Intanpari, Karanganyar, sejak Maret 2018 lalu.

"Sistem parkir meter di Edupark memberikan kenaikan sekitar 40 persen setiap bulan," kata Tony kepada awak media ketika ditemui usai rapat paripurna di gedung DPRD Kabupaten Karanganyar, Selasa (7/8/2018).

Diperiksa KPK, Kalapas Sukamiskin Akui Dirinya Salah

Secara terpisah, Kabid Umum Edupark Intanpari, Hanis Susilowati, menyebut ada sekitar 500 kendaraan yang masuk ke Edupark.

Jumlah itu naik menjadi sekitar 700 di akhir pekan.

Tarif parkir motor sebanyak Rp2 ribu dan mobil sebesar Rp3 ribu.

Selain kenaikan pendapatan, adanya parkir meter disebut menjadi efisien karena tidak banyak tenaga yang keluar untuk mengatur parkir.

Selama Satu Pekan, Polresta Solo Bekuk 7 Pelaku Penyalahgunaan Sabu-sabu

Berkaca pada keberhasilan itu, Tony mengatakan, mendesak manajemen RSUD Karanganyar yang masih menggunakan sistem parkir konvensional segera menerapkan sistem parkir meter ini.

"Kita juga ingin berkordinasi dengan Dishub untuk menaikkan tarif parkir di pusat perbelanjaan, termasuk dalam pengelolaan pariwisata," kata Tony.

Pengelolaan parkir meter ini, katanya, sepenuhnya diberikan kepada pengelola.

Hal terpening menurut Tony adalah pihaknya berupaya agar bisa meminimalkan kebocoran pendapatan dan juga menaikkan jumlah pendapatan untuk PAD Kabupaten Karanganyar. (*)

Penulis: Efrem Limsan Siregar
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved