Gunakan Sistem Meter, Pendapatan Edupark Intapari Karanganyar dari Sektor Parkir Naik 40 Persen

Parkir meter merupakan sistem perparkiran dengan memanfaatkan mesin elektronik untuk mencetak tiket parkir kendaraan

Gunakan Sistem Meter, Pendapatan Edupark Intapari Karanganyar dari Sektor Parkir Naik 40 Persen
TribunSolo.com/Efrem Limsan Siregar
Parkir meter Edupark Intanpari, Jalan Gatot Subroto, Gaum, Tasikmadu, Karanganyar, Jawa Tengah. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Efrem Siregar

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Tony Hatmoko, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, mengapresiasi kinerja manajemen wahana wisata Edupark Intanpari, Karanganyar, yang telah memakai sistem parkir meter.

Parkir meter merupakan sistem perparkiran dengan memanfaatkan mesin elektronik untuk mencetak tiket parkir kendaraan.

Menurut Tony, sejak beroperasi pada Maret lalu, ada kenaikan pendapatan rata-rata 40 persen yang diterima dari parkir setiap bulannya.

"Saya sudah cek ke lokasi dan sistem parkir meter ini memberikan kenaikan (pendapatan) sebesar 40 persen," kata Tony Hatmoko saat ditemui awak media di ruang rapat paripurna DPRD Karanganyar, Selasa (7/8/2018).

Ini Jawaban Sharena Delon Tanggapi Warganet yang Heboh Lihat Video Ry Tampak Cuma Makan Nasi

Selain pendapatan, dengan beroperasinya parkir meter ini, tenaga yang keluar menurutnya bisa diminimalkan.

"Parkir juga menjadi tertib," tambahnya.

Tony berharap pada tahun 2018, wahana wisata yang terletak di Jalan Gatot Subroto, Gaum, Tasikmadu, Karanganyar, ini bisa menyumbang pendapatan daerah antara Rp250-300 juta.

Untuk mencapainya, Tony mengatakan bisa dengan menaikkan tarif kolam renang Intanpari yang berada dalam kawasan Edupark dan mengefisienkan sejumlah bidang yang dianggap bisa menjadi pemborosan karena pajak.

PMI Solo Masih Butuh Pendonor Darah untuk Korban Bencana Gempa Lombok

Secara terpisah melalui sambungan telepon, Kabid Umum Edupark Intanpari, Hanis Susilowati, juga mengaku ada kenaikan dan efisiensi dari parkir meter ini.

Menurutnya, dalam sehari, kendaraan masuk ke Edupark berjumlah sekitar 500 kendaraan.

Ada dua mesin cetak tiket di lokasi Edupark, masing-masing untuk kendaraan roda dua dan roda empat.

"Jika di akhir pekan, jumlahnya meningkat, sekitar 700 kendaraan," ucap Hanis.

Gaya Hidup Kebarat-baratan Jadi Alasan DPRD Karanganyar Rancang Perda Pelestarian Budaya Jawa

Untuk tarif parkir, motor dibiayai sebesar Rp2 ribu dan mobil sebanyak Rp3 ribu.

"Semoga saja tidak mati lampu karena kendalanya saat mati lampu, kita harus kembali ke manual," kata Hanis. (*)

Penulis: Efrem Limsan Siregar
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved