Hasil Penelitian Menunjukkan Waktu Tidur yang Tepat Bisa Bikin Wajah Lebih Awet Muda

Seseorang yang tidur sekitar tujuh hingga delapan jam setiap malamnya mempunyai kualitas tidur yang lebih baik.

Hasil Penelitian Menunjukkan Waktu Tidur yang Tepat Bisa Bikin Wajah Lebih Awet Muda
Grid.ID
ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rika Apriyanti

TRIBUNSOLO.COM- Seseorang yang tidur sekitar tujuh hingga delapan jam setiap malamnya mempunyai kualitas tidur yang lebih baik.

Hal ini juga dapat menyebabkan kamu lebih muda, sebuah studi baru menunjukkan.

Profilnya di Wikipedia Diubah Jadi Anggota Situs Porno, Eva Sundari Lapor Polisi

Dilansir TribunSolo.com dari Sky News, penelitian menemukan mereka yang tidur selama 10 jam, 30% lebih mungkin meninggal lebih cepat dibandingkan mereka yang tidur selama delapan jam, menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Heart Association.

Tetap berada di tempat tidur selama lebih dari 10 jam juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian sebesar 56% dari stroke dan 49% peningkatan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Kualitas tidur yang buruk dikaitkan dengan 44% peningkatan penyakit jantung koroner.

VIDEO : Suasana Pencanangan Gerakan Media Bermartabat untuk Pemilu Berkualitas di Solo

Peneliti melihat data dari 74 penelitian yang melibatkan lebih dari tiga juta orang.

Mereka mengatakan dokter harus bertanya kepada pasien tentang pola tidur mereka.

"Waktu tidur yang tidak normal bisa menjadi penanda peningkatan risiko kardiovaskular," ujar Dr Chun Shing Kwok, ketua peneliti.

"Ada pengaruh budaya, sosial, psikologis, perilaku, patofisiologi dan lingkungan pada tidur kita seperti kebutuhan untuk merawat anak-anak atau anggota keluarga, pola shift kerja yang tidak teratur, penyakit fisik atau mental, dan ketersediaan 24 jam komoditas di modern masyarakat," tambahnya.

David Beckham dan John Legend Dikabarkan Sedang Berlibur di Bali saat Gempa Guncang Lombok

Penelitian, melibatkan peneliti dari Universitas Keele dan universitas-universitas di Leeds, Manchester dan East Anglia.

Peneliti mengatakan bahwa penelitian terbatas karena durasi tidur dilaporkan sendiri dan bahwa kondisi mental atau fisik yang mendasari mungkin berdampak pada pola tidur yang ekstrim.

Penulis: rika apriyanti
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help