Penutupan TMMD Kodim Boyolali di Wilayah Terluar

Kegiatan dilaksanakan di lapangan Desa Cerme, Kecamatan Juwangi, wilayah ujung Kabupaten Boyolali, Rabu (8/8/2018) pagi.

Penutupan TMMD Kodim Boyolali di Wilayah Terluar
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSHNA PRADIPHA
Penutupan program TNI Manunggal Membangun Desa Sengkuyung Tahap II tahun 2018 di lapangan Desa Cerme, Kecamatan Juwangi, wilayah ujung Kabupaten Boyolali, Rabu (8/8/2018) pagi. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Komandan Kodim 0724/Boyolali, Letkol Kav Herman Taryaman, memimpin upacara penutupan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II tahun 2018.

Kegiatan dilaksanakan di lapangan Desa Cerme, Kecamatan Juwangi, wilayah ujung Kabupaten Boyolali, Rabu (8/8/2018) pagi.

Dari rilis yang diterima TribunSolo.com, Rabu (8/8/2018), TMM turut menyelesaikan sasaran fisik berupa betonisasi jalan sepanjang 770 Meter dengan lebar 4 meter, ketebalan 0,15 meter.

Lalu rehabilitasi  Rumah Tak Layak Huni (RTLH) milik warga sebanyak 10 unit.

42 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Korea Selatan

Membacakan sambutan tertulis Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono, Dandim mengatakan, pembangunan wilayah desa merupakan realisasi dari kebijakan nasional Nawacita yang ingin mewujudkan pembangunan Indonesia dari wilayah terluar.

"Peran nyata TNI dalam mendukung pembangunan tersebut adalah turut serta pada kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II TA 2018 yang diselenggarakan selama 30 hari mulai tanggal 10 Juli sampai dengan 8 Agustus 2018," katanya.

Ia melanjutkan, betonisasi jalan menjadi sasaran karena menghubungkan dua desa dan dua kabupaten yang berbeda.

Yakni Desa Cerme, Kecamatan Juwangi, Boyolali dan Desa Gunung Tumpeng, Kecamatan Karang Rayung, Kabupaten Grobogan.

"Semoga dengan betonisasi jalan yang sudah rampung mampu memberikan dan meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat setempat," jelasnya. (*)

Penulis: Facundo Crysnha Pradipha
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help