Soal Kardus, Analogi Sudjiwo Tedjo: Bagaimana Kalau Hanya Taktik Mengecoh Lawan?

Ramai kata kardus dibicarakan di media sosial, Sudjiwo Tedjo lantas membuat analogi di Twitter, Kamis (9/8/2018).

Soal Kardus, Analogi Sudjiwo Tedjo: Bagaimana Kalau Hanya Taktik Mengecoh Lawan?
TRIBUNNEWS.COM/JEPRIMA/WAHYU SULISTIYAWAN
Kolase foto Sudjiwo Tedjo 

TRIBUNSOLO.COM -- Kata 'kardus' mendadak populer di lini masa media sosial.

Hal itu lantaran pernyataan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief yang menyebut Prabowo Subianto sebagai 'jenderal kardus'.

Ia juga gamblang menguak permasalahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto.

Sebutan 'jenderal kardus' menyiratkan hubungan Partai Gerindra dengan Partai Demokrat memanas bahkan koalisi yang akan dibangun untuk mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2019 terancam bubar.

Andi menyebut, rencana Prabowo ke kediaman Susilo Bambang Yudhoyono di Kuningan, Rabu malam batal, karena ditolak.

Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief, juga menyebut Sandi menyetor Rp 500 miliar ke PAN-PKS untuk jadi cawapres Prabowo.

"Sandi Uno yang sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing Rp 500 M menjadi pilihannya untuk cawapres," kata Andi kepada wartawan, Rabu (8/8/2018).

Sementara itu, menanggapi tudingan 'jenderal kardus', kubu Gerindra tak tinggal diam.

Arief menyebut, justru 'Jenderal Kardus' itu pantas disematkan kepada pemimpin partai yang memiliki kader terbanyak terjerat kasus korupsi.

"Jendral Kardus itu, Jenderal yang mimpin Partai yang kadernya suka ngumpulin duit hasil Korupsi di dalam Kardus," kata Arief Poyuono melalui pesan singkat kepada Tribunnews.com, Rabu (8/8/2018) malam.

Halaman
123
Penulis: Hanang Yuwono
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help