Home »

Bisnis

» Makro

Garuda Indonesia Hitung Ulang Kinerja Korporasi, Ini Penyebabnya

Salah satu upaya yang dimaksud adalah dengan efisiensi untuk kegiatan-kegiatan yang bisa ditekan.

Garuda Indonesia Hitung Ulang Kinerja Korporasi, Ini Penyebabnya
ARSIP GARUDA INDONESIA
Ilustrasi Pesawat Boeing 737 MAX 8 dioperasionalkan oleh Garuda Indonesia, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (7/1/2018). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala Nugraha Mansury, mengungkapkan akan menghitung ulang kinerja korporasi mereka hingga akhir tahun 2018.

Perhitungan ulang dilakukan karena awalnya menargetkan bisa menutup kerugian (break even) dalam laporan keuangan, namun belakangan tidak yakin target itu akan tercapai.

"Tentunya dengan kondisi kenaikan harga bahan bakar yang saat ini bisa mencapai 15 persen dan adanya depresiasi rupiah, mungkin kami perlu melakukan perhitungan ulang, apakah masih bisa break even tadi," kata Pahala saat ditemui di Menara BCA, Kamis (9/8/2018).

Berdasarkan capaian semester I 2018, Garuda Indonesia masih mencatatkan rugi bersih 114 juta dollar AS yang turun signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 284 juta dollar AS.

Beredar Video Seorang Penyelam Tunggangi Hiu Paus di Papua, Begini Tanggapan Menteri Susi

Garuda Indonesia juga meraih pertumbuhan 5,9 persen sepanjang enam bulan pertama tahun ini, yakni 1,9 miliar dollar AS dari periode yang sama sebelumnya tahun 2017 sebesar 1,8 miliar dollar AS.

Meski menghadapi tantangan kenaikan harga bahan bakar avtur dan depresiasi nilai tukar rupiah, Pahala menekankan terus melakukan upaya di internal Garuda Indonesia agar tetap memiliki kinerja yang baik.

Salah satu upaya yang dimaksud adalah dengan efisiensi untuk kegiatan-kegiatan yang bisa ditekan.

"Strategi kami tentunya meningkatkan utilisasi pesawat dan melakukan negosiasi untuk leasing pesawat yang kami miliki," katanya.

Tingkat capaian OTP Pemberangkatan Haji Garuda Indonesia Capai 95 Persen

"Lalu jaga kualitas produk kami, terutama OTP (On Time Performance, Red)," tutur Pahala.

Selain itu, Garuda Indonesia juga mendorong diversifikasi pendapatan di luar kegiatan penerbangan.

Di antaranya peningkatan pendapatan dari sektor katering, Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) di GMF, hingga kargo. (Kompas.com/Andri Donnal Putera)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Garuda Indonesia Tak Yakin Bisa Capai Break Even di Tahun Ini

Editor: Junianto Setyadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help