Jumlah Calon Jemaah Haji Berisiko Tinggi di Embarkasi Donohudan Boyolali Capai 70 Persen

Jumlah Calon Jemaah Haji (CJH) yang masuk kategori risiko tinggi atau risti di Embarkasi Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah mencapai 70 persen.

Jumlah Calon Jemaah Haji Berisiko Tinggi di Embarkasi Donohudan Boyolali Capai 70 Persen
WULAN KURNIA PUTRI/TRIBUNWOW.COM
Jemaah haji di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah. 

TRIBUNWOW.COM - Jumlah Calon Jemaah Haji (CJH) yang masuk kategori risiko tinggi atau risti di Embarkasi Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah mencapai 70 persen.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, Afief Mundzir mengatakan, tingginya angka tersebut disebabkan lamanya masa tunggu keberangkatan CJH ke tanah suci.

Seperti yang diketahui, saat ini masa tunggu untuk berangkat ke Tanah Suci mencapai 30 tahun.

"Berdasarkan laporan dari pihak kesehatan, jemaah kategori risti mencapai 60 hingga 70 persen, masa tunggu antrean juga lama sekitar 30 tahun, sehingga jumlah yang masuk kategori risti cukup tinggi," katanya.

Karena masa tunggu yang lama, membuat CJH yang saat mendaftar berusia 50 tahun, akan menunaikan ibadah haji ketika berusia di atas 70 tahun.

Untuk itu, antisipasi yang dilakukan yakni memberikan pendampingan khusus pada CJH kategori risti.

Afief mengungkapkan kategori risti diberikan kepada para CHJ yang memasuki usia lebih dari 60 tahun.

Ia mengatakan jika jumlah CHJ kategori risti di embarkasi seluruh Indonesia rata-rata jumlahnya sama, yakni mencapai70 persen.

Sementara itu, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah menyiapkan tiga buah gelang pada CJH.

Tiga buah gelang tersebut yakni gelang identitas diri yang terbuat dari material besi berwarna silver, gelang biometrik yang berisi data hasil pemeriksaan biometrik CJH di Asrama Haji, serta gelang berwarna oranye yang merupakan gelang risti.

Gelang risti dipakai oleh CJH lanjut usia yang memiliki riwayat penyakit.

Gelang risti berfungsi untuk memudahkan petugas kesehatan memantau CJH selama beribadah di Tanah Suci.

(*)

Penulis: Wulan Kurnia Putri
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help