Meskipun Lezat saat Disantap, Berikut 5 Alasan Sebaiknya Anda Tak Mengonsumsi Kol Goreng

Rasa Kol Goreng yang enak dan harganya yang murah membuat kol goreng menjadi makanan tambahan idola sebagian orang.

Meskipun Lezat saat Disantap, Berikut 5 Alasan Sebaiknya Anda Tak Mengonsumsi Kol Goreng
Tribun Jual Beli
Kol Goreng 

Saat digoreng, kandungan vitamin di dalam Kol akan menghilang bersama dengan minyak.

3. Memiliki kandungan senyawa karsinogen

Seringkali minyak yang dipakai untuk menggoreng sudah dipakai berkali-kali.

Hal ini membuat makanan yang diolah dengan minyak tersebut memiliki paparan radikal bebas.

Bahkan, disebutkan bahwa kol goreng ini juga sudah memiliki kandungan senyawa karsinogen yang bisa menyebabkan datangnya kanker.

Romahurmuziy Kembali Buat Teka-Teki, Kali Ini Inisial Ketua Timses Jokowi-Maruf : Awalan M Lagi

4. Kandungan gizi kol goreng lebih rendah dari kol segar

Kandungan gizi pada kol yang digoreng akan rusak karena adanya proses pemasakan.

Secara alamiah beberapa jenis vitamin seperti vitamin C memang rentan rusak akibat pemanasan.

Penggorengan yang terlalu matang akan merangsang muncul pembentukan senyawa karsinogenik yang merupakan senyawa pemicu kanker.

Masyarakat Karanganyar Gelar Doa Bersama dan Kumpulkan Donasi untuk Korban Gempa di NTB

5. Penyebab obesitas dan serangan jantung

Kol pada dasarnya memiliki manfaat untuk kesehatan jantung karena tidak mengandung kolesterol dan lemak jenuh yang berbahaya.

Namun ketika digoreng dengan suhu yang tinggi, kol akan menyerap sebagian minyak goreng.

Kandungan lemak jenuh dan kolesterol dalam minyak goreng dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti obesitas dan serangan jantung. (*)

Penulis: rika apriyanti
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help