Serang Bus, Koalisi Arab Saudi Tewaskan 29 Anak yang Baru Pulang Piknik

Komite Internasional Palang Merah (ICRC) dilansir kantor berita AFP menyatakan, terdapat 29 anak dalam 50 korban tewas.

Serang Bus, Koalisi Arab Saudi Tewaskan 29 Anak yang Baru Pulang Piknik
TRIBUNSOLO.COM/EKA (AFP/STRINGER)
Seorang pria membawa bocah yang terluka ke rumah sakit, pascaserangan yang menimpa bus di Saada, Yaman, pada Kamis (9/8/2018). Koalisi yang dipimpin Arab Saudi melaksanakan serangan udara ke bus itu karena disinyalir berisi anggota kelompok pemberontak Houthi. 

TRIBUNSOLO.COM, SANA'A - Puluhan orang dilaporkan tewas ketika sebuah bus di Yaman diserang koalisi pimpinan Arab Saudi.

Serangan itu terjadi di Pasar Dahyan yang terletak di utara Saada, dan dikenal sebagai benteng kelompok pemberontak Houthi, Kamis pagi (9/8/2018) waktu setempat.

Komite Internasional Palang Merah (ICRC) dilansir kantor berita AFP menyatakan, terdapat 29 anak dalam 50 korban tewas.

"Sebuah rumah sakit yang disokong tim kami menerima jenazah 29 anak yang rata-rata berusia 15 tahun," ujar ICRC di Twitter, dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com..

Otoritas Arab Saudi Larang Puluhan Judul Game di Negaranya Setelah Kasus 2 Bocah Tewas

Selain itu, terdapat 48 korban luka dengan 30 di antaranya anak-anak.

ICRC berujar angka itu belum final karena masih ada korban yang dilarikan di rumah sakit lain.

Sementara televisi Al-Masirah yang dikelola Houthi melaporkan 50 orang tewas dan 77 orang terluka dengan mengutip data dari Kementerian Kesehatan Houthi.

Yayasan Save the Children berkata, anak-anak itu hendak kembali ke sekolah ketika tengah piknik saat serangan tersebut terjadi.

Bergaya Kasual, Jokowi Pakai Kemeja Putih Bersablon dan Sneakers saat Mendaftar ke KPU

"Save the Children mengecam serangan itu, dan meminta diadakannya penyelidikan penuh dan sesegera mungkin," demikian rilis yayasan itu.

Selain Save the Children, keprihatinan juga disuarakan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS), dan PBB.

Halaman
12
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help