Mahasiswa KKN-Dik UMS Solo Bertahan di Lombok untuk Bantu Masyarakat

Rektor bersama Dekan FKIP UMS, Prof Dr Harun Joko Prayitno, menemui langsung mahasiswanya yang tengah KKN-Dik, di Mataram, Lombok, Kamis (9/8/2018)

Mahasiswa KKN-Dik UMS Solo Bertahan di Lombok untuk Bantu Masyarakat
Dok UMS
Rektor UMS ,Sofyan Anif (batik cokelat) bersama mahasiswa UMS yang tengah KKN Dik di Mataram. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Puluhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN -Dik) di Lombok memilih bertahan dan membantu masyarakat yang terkena gempa bumi. 

Mahasiswa dalam berbagai disiplin ilmu itu,  terlibat langsung dalam upaya penanganan pasca benca di lokasi, tempat di mana mereka sebelumnya melakukan KKN Pendidikan.

“Kami lihat kondisinya aman, dan mereka meminta untuk tetap bertahan dan membantu masyarakat , karena itulah mereka tidak kita tarik,” kata Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr Sofyan Anif yang meninjau ke Mataram melalui sambungan telepon, Jumat (10/8/2018).

Rektor bersama Dekan FKIP UMS, Prof Dr Harun Joko Prayitno, menemui langsung mahasiswanya yang tengah KKN-Dik, di Mataram, Lombok, Kamis (9/8/2018).

Bawa Senjata AK-47, Seorang ASN Mengaku Beli di Timor Leste untuk Berburu Binatang

Dari jumlah 22 mahasiswa, hanya satu yang memilih pulang.

“Hanya seorang yang meminta izin pulang, dan itu kami izinkan,” kata dia.

Rektor menegaskan para mahasiswa yang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di daerah Mataram, NTB dalam kondisi sehat dan aman.

Menurut Sofyan, pihaknya memiliki banyak pertimbangan terkait alasan tidak ditariknya para mahasiswa yang mengikuti KKN di Mataram tersebut.

Alami Cedera Ringan, Satu Gelandang Timnas U-23 tak Akan Absen di Laga Lawan Taiwan

Ia berpendapat dengan tidak ditariknya mahasiswa KKN ini akan lebih bermanfaat terutama dalam hal membangun karakter.

Halaman
12
Penulis: Imam Saputro
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help