Rupiah Melempem, BEI Solo Sebut Investor Asing Masih Percaya Indonesia

Kepala BEI Surakarta M Wira Adibrata mengungkapkan masih ada investor asing yang masuk masuk, di tengah pelemahan perekonomian ini.

Rupiah Melempem, BEI Solo Sebut Investor Asing Masih Percaya Indonesia
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Karyawan melintas di dekat monitor yang menunjukkan pergerakan indeks di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (25/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Di tengah pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan investor asing masih percaya dengan kondisi ekonomi di Indonesia.

Kepala BEI Surakarta M Wira Adibrata mengungkapkan masih ada investor asing yang masuk masuk, di tengah pelemahan perekonomian  ini.

"Sebenarnya pelemahan rupiah ini menjadi momentum mereka untuk masuk ke pasar Indonesia, dikarenakan jika sebelumnya dengan US$ 1 hanya bisa membeli sedikit, saat ini mereka bisa membeli lebih banyak lagi," katanya kepada Tribunsolo.com, Kamis (6/9/2018).

Ia mengatakan saat ini rata-rata transaksi harian bursa saham di kisaran Rp 6 triliun hingga Rp 7 triliun.

Ajak Jukir Liar Beroperasi, Petugas Resmi Terancam Sanksi oleh Dishub Solo

Dan dari total transaksi harian tersebut, 51 persen di antaranya merupakan transaksi investor dalam negeri, sedangkan 49 persen lagi adalah investor asing.

"Atau dengan kata lain Investor Asing masih percaya dengan perusahaan di Indonesia, mereka percaya fundamental ekonomi Indonesia, ini poin positifnya," imbuhnya.

Sementara untuk IHSG sebelumnya di posisi 6.000 saat ini turun hingga penutupan kemarin 5.600.

Wira juga berujar itu, kondisi terpuruknya perekonomian ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, namun juga banyak negara lain.

Di Surabaya, Jokowi Bikin Mahasiswi Histeris Usai Lempar Bingkisan dari Dalam Mobil

"Bahkan secara makro pelemahan ekonomi di Indonesia saat ini, tidak masuk dalam daftar negara-negara dengan pelemahan ekonomi terparah," katanya.

Terkait hal itu, dikatakannya, pemerintah dalam hal ini Bank Indonesia (BI) sudah melakukan langkah tepat dengan menaikkan seven day reverse repo rate atau suku bunga acuan dari 5,25 persen menjadi 5,50 persen.

Kenaikan suku bunga acuan ini sudah relevan dengan kondisi perekonomian saat ini.

"Kalau tidak dinaikkan rupiahnya akan lebih parah lagi kondisinya," tutupnya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help