Sambut Pilpres 2019

Seusai Debat Tagar #2019GantiPresiden, Mardani Ali Sera dan Ali Mochtar Ngabalin Berpelukan

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, berpelukan dengan Tenaga Ahli Utama Deputi IV Kepala Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar

Seusai Debat Tagar #2019GantiPresiden, Mardani Ali Sera dan Ali Mochtar Ngabalin Berpelukan
Kompas.com/YouTube Najwa Shihab
Jokowi-Prabowo (kiri) dan Mardani Ali Sera-Ali Mochtar Ngabalin (kanan). 

TRIBUNSOLO.COM - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, berpelukan dengan Tenaga Ahli Utama Deputi IV Kepala Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin.

Keduanya berpelukan saat diundang dalam acara Mata Najwa.

Tidak hanya dua tokoh tersebut, dua bintang tamu yang menjadi narasumber pada acara tersebut juga ikut berpelukan.

Pertanyakan Motif Gerakan #2019GantiPresiden, Ganjar Pranowo: Mau Ganti Khilafah atau Apa?

Dua tokoh lainnya yakni, politikus Partai PDI-P, Adian Napitupulu, dan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Andre Rosiade.

Pelukan terjadi seusai Najwa meminta keempat tokoh tersebut.

Sebelumnya, diputarkan dulu video yang memperlihatkan momen Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto berpelukan karena aksi yang dilakukan oleh atlet pencak silat, Hanifan Yudani Kusumah.

Puan Maharani Janjikan Bonus Atlet Asian Para Games 2018 Setara Atlet Asian Games

"Artinya lapor-melapor segera dibatalkan, Pak Polisi," kata Ali kepada Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, yang juga turut hadir dalam acara tersebut.

Pernyataan Ali pun sontak membuat para narasumber tertawa bersama.

Simak videonya di bawah ini:

Pada acara ini, dibahas pula terkait visi dan misi tagar #2019gantipresiden yang ramai dibahas media sosial.

Tagar ini merupakan inisiatif dari Mardani Ali Sera.

Namun tagar ini menjadi tanda tanya untuk Adian Napitupulu.

Cara Hotman Paris Sindir Mereka yang Ngotot Ingin Ganti Presiden

Karena pada pemerintahan sebelumnya, sempat muncul tagar-tagar dari kubu oposisi.

Seperti 'lengserkan Soeharto', 'turunkan Gusdur', dan 'cabut mandat SBY'.

"Kalau mau mengkritik Jokowi, sebut saja 'ganti Jokowi'," kata Adian. (*)

Penulis: Noorchasanah A
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved