BPPKAD Surakarta Sebut Pemasangan Alat Monitoring Pajak Mampu Optimalkan Pendapatan Pajak

Metode terminal monitor device (TMD) atau alat monitoring pajak terbukti sukses menaikkan pendapatan pajak di Surakarta.

BPPKAD Surakarta Sebut Pemasangan Alat Monitoring Pajak Mampu Optimalkan Pendapatan Pajak
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Solo, Yosca Herman Soedrajat, saat pemaparan sosialisasi alat monitoring pajak daerah setiap tempat usaha, di Pendopo Rumah Dinas Loji Gandrung, Solo, Senin (25/9/2017) siang. 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Metode terminal monitor device (TMD) terbukti sukses menaikkan pendapatan pajak di Surakarta.

TMD sendiri merupakan alat monitoring pajak, dengan teknologi online. 

Melalui TMD ini diterapkan metode self assessment, di mana nantinya penghitungan pajak akan dilakukan sendiri. 

Kepala Bidang (Kabid) Pendaftaran, Pendataan dan Penetapan Pajak Daerah BPPKAD Surakarta Windy Satriawan berujar kenaikan perolehan pajak tampak jelas, mulai saat pelaksanaan TMD di 100 wajib pajak (WP) di gelombang pertama pada tahun lalu.

Bahkan target pendapatan sebelum dan sesudah dipasang TMD ini cukup signifikan.

"Jika dilihat dari tahun sebelumnya ada peningkatan 20 persen dari target pajak yang ditentukan," katanya kepada wartawan, Kamis (6/9/2018).

Menkeu Sri Mulyani Naikkan Pajak Kosmetik Impor hingga Mobil Mewah

Pihaknya berujar melalui metode TMD, para pelaku usaha, terutama hotel dan restoran yang sistem keuangannya sudah menggunakan online akan lebih dimudahkan dalam penghitungan dan pembayaran pajak.

Dengan begitu nantinya tingkat kebocoran pajak bisa diminimalisir dan juga penghasilan pajak lebih optimal. 

Sementara pada sosialisasi kedua, yakni Kamis (7/9/2018), di The Sunan Hotel Solo, menyasar pada 122 warung dan pemilik usaha yang sudah menggunakan sistem online.

”Untuk sosialisasi ini fungsinya sama, yakni mengoptimalkan pendapatan pajak," imbuhnya.

Tahun ini target yang dipatok oleh Pemkot melalui pendapatan pajak yakni Rp 325 miliar.

Tingkat kepatuhan wajib pajak juga sudah terbaca dengan baik, bahkan kedepan ketika trend sudah terbaca, pengusaha justru akan terbantu. (*) 

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved