Didemo Ratusan PKL Sunday Market Manahan Solo, Begini Respons Kepala Disdag Solo

Mereka menolak rencana Pemkot Solo memindahkan lokasi berjualan ke Galabo, CFD Jalan Slamet Riyadi dan CFD Jalan Ir Juanda Solo.

Didemo Ratusan PKL Sunday Market Manahan Solo, Begini Respons Kepala Disdag Solo
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Massa Solo long march menuju Balai Kota Surakarta, Jumat (9/8/2018) siang. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Ratusan PKL Sunday Market Manahan Solo berunjuk rasa di Balai Kota Solo, Jumat (7/9/2018) siang.

Mereka menolak rencana Pemkot Solo memindahkan lokasi berjualan dari Manahan ke Galabo, CFD Jalan Slamet Riyadi dan CFD Jalan Ir Juanda Solo.

Menyikapi aksi tersebut, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo, Subagiyo, mengatakan akan terus melakukan pendekatan terhadap para pedagang.

"Intinya, kalau mereka menolak, kita lakukan pendekatan terus secara pelan-pelan," katanya saat dijumpai TribunSolo.com di Balai Kota Surakarta, Jumat (7/9/2018) siang.

Harus Tutup Selamanya, PKL Sunday Market Manahan Solo Berharap Bisa Tetap Berjualan

Subagiyo juga menekankan, opsi yang diberikan tersebut untuk kebaikan para pedagang.

"Saya optimistis penolakan itu bersifat sementara," kata Subagiyo.

Seperti diberitakan TribunSolo.com, mulai 9 September 2018 Stadion Manahan akan  direnovasi.

Sehingga pedagang Sunday Market tak bisa berjualan.

Serikat Pedagang Minggu Pagi Manahan Gelar Aksi Demo Penolakan Relokasi di Balai Kota Solo

Selain itu Pemkot menyatakan akan menutup Sunday Market Manahan, dan akan menyediakan lokasi berjualan yang baru.

Apabila renovasi Stadion Manahan selesai, kawasan tersebut akan steril dari kegiatan yang sifatnya di luar keolahragaan.

Stadion berkapasitas 20.000 orang itu akan disulap menjadi seperti Stadion Utama Gelora Bung Karno mini sesuai mandatori FIFA. (*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help