Efek Gempa Besar, Pendakian Gunung Rinjani Akan Ditutup 1 Tahun

Kepala Taman Nasional Rinjani, Sudiyono, mengatakan kawasannya terdampak cukup parah, tak terkecuali jalur-jalur pendakian

Efek Gempa Besar, Pendakian Gunung Rinjani Akan Ditutup 1 Tahun
TRIBUNBATAM.COM
Dokumentasi Gunung Rinjani. 

TRIBUNSOLO.COM - Efek gempa yang cukup besar membuat proses recovery atau pemulihan di Lombok cukup memakan waktu.

Tidak terkecuali Taman Nasional (TN) Gunung Rinjani yang mengalami banyak longsor juga retakan.

Kepala Taman Nasional Rinjani, Sudiyono, mengatakan kawasannya terdampak cukup parah, tak terkecuali jalur-jalur pendakian.

"Bukit-bukit pendakian banyak yang retak-retak sampai longsor sehingga masih membahayakan pendaki," tuturnya saat dihubungi KompasTravel, Rabu (5/9/2018).

Ia pun memperkirakan penutupan jalur pendakian wisata Gunung Rinjani akan berlangsung satu tahun.

Hotel Tugu, Penginapan Ikonik di Jantung Kota Malang

Selama itu pula pemulihan lahan dan ekosistem akan berlangsung.

"Perkiraan wisata pendakian akan tutup satu tahun sambil nunggu tanah stabil," paparnya.

Sebelumnya, saat puncak perayaan Hari Konservasi Alam Nasional, Kamis (31/8/2018) di Bitung, Sulawesi Utara, Sudiyono sempat mengungkapkan beberapa kerusakan yang terdampak di TN Rinjani.

Namun ia belum dapat menaksirkan berapa lama pemulihan akan berlangsung.

Pelari Dedeh Erawati Bawa Pulang Medali Perak Kejuaraan Dunia Masters 2018 Spanyol

Saat ini pihak Balai TN Rinjani masih terus memonitor dan mengantisipasi isu-isu yang berkembang di TN pasca musibah tersebut.

"Kita antisipasi, ada isu-isu kriteria rumah tahan gempa terbuat dari kayu"

"Kita pakunisasi pohon menghindari pencurian kayu dalam kawasan (TN)," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga sedang bermusyawarah dengan masyarakat mencari peluang-peluang wisata alternatif untuk menghidupi masyarakat sekitar TN. (Kompas.com/Muhammad Irzal Adiakurnia)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pasca-Gempa, Pendakian Gunung Rinjani Akan Ditutup 1 Tahun"

Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved