30 KK Warga Bantaran Kali Pepe Gandekan Solo Boyongan ke Sukoharjo, Ini Penyebabnya

"Di sana sudah ada rumah lengkap dengan fasilitas pendukung lain, seperti listrik 900 watt dan sudah ada sumur air dalam juga," ucapnya.

30 KK Warga Bantaran Kali Pepe Gandekan Solo Boyongan ke Sukoharjo, Ini Penyebabnya
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Prosesi boyongan warga bantaran Kali Pepe Gandekan, Solo, ke Polokarto, Sukoharjo, Sabtu (8/9/2018) siang. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sebanyak 30 Kepala Keluarga (KK) warga bantaran Kali Pepe Kelurahan Gandekan, Jebres, Solo, boyongan atau pindah ke Dusun Padasan, Desa Mranggen, Polokarto, Sukoharjo.

Pantauan TribunSolo.com, kegiatan boyongan ini berlangsung pada Sabtu (8/9/2018) siang.

Mereka pindah karena lahan yang selama ini mereka tempati, terdampak proyek Penanganan Banjir Kota Solo Paket 1 (Kali Pepe hilir).

Mereka dilepas oleh Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperum KPP) Solo, Heru Sunardi; Camat Jebres, Agung Riyadi; dan Lurah Gandekan, Arik Rahmadhani.

Ditarget Rampung Desember 2018, Bendung Karet Kali Pepe Bakal Jadi Lokasi Wisata Baru di Solo

Warga bantaran Kali Pepe Gandekan, Solo, menjelang boyongan ke Polokarto, Sukoharjo, Sabtu (8/9/2018) siang.
Warga bantaran Kali Pepe Gandekan, Solo, menjelang boyongan ke Polokarto, Sukoharjo, Sabtu (8/9/2018) siang. (TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO)

“Ada 30 KK yang pindah ke Sukoharjo,” kata Ketua Pokja Relokasi Warga Gandekan, Sumarsih, Sabtu (8/9/2018) siang.

"Di sana sudah ada rumah lengkap dengan fasilitas pendukung lain, seperti listrik 900 watt dan sudah ada sumur air dalam juga," ucapnya.

Adapun Heru Sunardi yang mewakili Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan kepada warga yang pindahan untuk tetap bersyukur dalam setiap kondisi.

“Saya menyampaikan pesan Pak Wali agar warga semua harus tetap bersyukur di kondisi apapun," katanya.

Kali Pepe Solo Bakal Jadi Destinasi Wisata, Warga Diimbau Tidak Buang Sampah ke Sungai

"Saat ini berjuang dulu, mungkin yang menikmati adalah anak cucu,” ujar Heru menegaskan.

Adapun 30 KK di Gandekan yang bakal pindah ke Mranggen terdiri dari 28 keluarga dari RW 003, satu keluarga dari RW 004, dan satu keluarga dari RW 006.

Sama seperti warga bantaran lain yang direlokasi, warga Gandekan juga memperoleh dana bansos dari Pemkot Rp 34,2 juta/bangunan.

Polda Jabar Sebut 21 Orang Tewas dalam Kecelakaan Bus Masuk Jurang di Sukabumi

Pascapindahnya warga penghuni bantaran, maka proyek Penanganan Banjir Kota Solo Paket 1 (Kali Pepe hilir) segera dikerjakan.

Dalam hal ini, Balai Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) yang segera melakukan pembangunan parapet. (*)

Penulis: Imam Saputro
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help