Pertemuan Pemkot Solo dan Penghuni 105 Jebres Tengah Berakhir Buntu

Pemkot Solo tetap pada tawaran semula yakni memberikan ongkos bongkar dan angkut serta pemberian rusunawa bagi yang membutuhkan.

Pertemuan Pemkot Solo dan Penghuni 105 Jebres Tengah Berakhir Buntu
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Spanduk penolakan di HP 105 Jebres, Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pertemuan Pemerintah Kota Solo dan warga penghuni tanah HP 105 Jebres Tengah tidak menemukan titik temu.

Kedua belah pihak sama-sama mempertahankan kemauannya.

Pemkot Solo tetap pada tawaran semula yakni memberikan ongkos bongkar dan angkut serta pemberian rusunawa bagi yang membutuhkan.

Rinciannya ongkos bongkar bangunan senilai Rp 65.000 per meter persegi dan ongkos angkut material sebesar Rp 500.000 per bangunan.

Ikut Pengamanan Kirab Malam 1 Suro Keraton Solo, Defi Agustin: Bangga Meski Sebatas Anak Pramuka SMA

Sementara warga mengklaim wali kota akan memberikan tanah pengganti dan menolak ongkos bongkar serta ongkoa transportasi.

"Disini kami menyampaikan kembali tawaran dari Pemkot Solo, masih seperti dulu tawarannya," kata Ketua Satpol PP Solo, Sutarjo, Rabu (12/9/2018).

"Masalah ada tanah pengganti itu bukan kewenangan Satpol, dan harus ada hitam di atas putih," tambahnya.

Satuan Polisi Pamong Praja Kota Solo dan belasan warga penghuni lahan HP Nomor 105 Jebres kembali bertemu untuk membahas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Jawa Tengah, Rabu (12/9/2018).

Gerindra Siapkan Posisi Spesial untuk Gatot Nurmantyo Jika Mau Gabung Tim Sukses Prabowo-Sandi

"Sesuai prosedur, LHP ini kami komunikasikan lagi ke warga, dan memang hasilnya tidak ditemukan maladministrasi terkait proses penertiban di lahan tersebut," kata Kepala Satpol PP Sutarjo, Rabu (12/9/2018).

Sutarjo mengatakan setelah pertemuan ini, maka jika sudah ada perintah, penertiban bisa segera dilakukan.

Lebih lanjut, keinginan warga untuk mendapatkan sertifikat tetap tidak bisa dilakukan.

Menurutnya, solusi yang ditawarkan Pemkot berupa ongkos bongkar dan biaya angkut sudah lebih dari cukup.

Jelang Tur Banten, Persis Solo Kehilangan Empat Pemain Pilar

Sedangkan bagi warga yang tidak memiliki rumah, Pemkot Solo menawarkan Rusunawa.

"Kami usahakan juga agar yang jualan bisa di Pasar Panggungrejo, tidak jauh dari tempat semula, itu kalau mereka mau," ujar Sutarjo. (*)

Penulis: Imam Saputro
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help