Isu Pencopotan Prasasti Bandara, TGB: Saya Menyayangkan Pak SBY Diberi Kabar Hoaks . . .

Menurut gubernur yang akrab disapa Tuan Guru Bajang ( TGB) tersebut, tidak ada yang berniat menghilangkan jejak Presiden SBY.

Isu Pencopotan Prasasti Bandara, TGB: Saya Menyayangkan Pak SBY Diberi Kabar Hoaks . . .
KOMPAS.com/KARNIA SEPTIA
Prasasti di Bandara Internasional Lombok 

TRIBUNSOLO.COM, MATARAM - Gubernur Nusa Tenggara Barat ( NTB) TGH M Zainul Majdi angkat bicara soal isu pencopotan prasasti peresmian Bandara Internasional Lombok yang ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) tahun 2011.

Menurut gubernur yang akrab disapa Tuan Guru Bajang ( TGB) tersebut, tidak ada yang berniat menghilangkan jejak Presiden SBY.

"Jasa beliau dihargai, sehingga tidak perlu ada yang sensi."

"Saya pastikan Pak Jokowi bukan orang yang suka menafikan jasa pemimpin sebelumnya, bahkan beliau selalu mengapresiasi karya pendahulunya," kata TGB dalam rilis yang diterima redaksi Kompas.com, Rabu (12/9/2018).

TGB Minta Warga Lombok Tak Larut dalam Kesedihan Akibat Musibah Gempa Bumi

TGB menyatakan sangat menghargai penetapan nama pahlawan nasional untuk Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid oleh Presiden Joko Widodo melalui SK Menteri Perhubungan.

Sementara prasasti yang ditandatangani oleh Presiden SBY pada 2011 masih akan tetap ada.

"Kami masyarakat Lombok berterima kasih pada Pak Jokowi atas penetapan nama bandara yang mengabadikan nama pahlawan nasional satu-satunya dari NTB, yaitu Muhammad Zainuddin Abdul Madjid," tegas TGB.

Sebelumnya pada 5 September 2018, pemerintah melalui Menhub Budi Karya menetapkan nama Bandara adalah Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, mengabadikan nama pahlawan nasional satu-satunya dari NTB yaitu Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

Rencananya Presiden akan meresmikan penetapan nama Bandara ini dalam beberapa hari mendatang.

Bisa saja ditandai dengan satu prasasti.

Jokowi Datangi Posko Pengungsian Korban Gempa Dibonceng TGB Zainul Majdi

Halaman
12
Editor: Daryono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help