Tanoto Foundation Kenalkan Metode Mikir untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Perkembangan teknologi berimbas pada pendidikan yang sudah tidak relevan lagi menggunakan cara lama

Tanoto Foundation Kenalkan Metode Mikir untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Salah satu fasilitator mengajak murid untuk bersama-sama membuat kincir angin dengan pendekatan MIKIR 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Perkembangan teknologi berimbas pada pendidikan yang sudah tidak relevan lagi menggunakan cara lama.

Kehidupan di abad ke-21 menuntut berbagai keterampilan yang harus dimiliki oleh seseorang.

Pendidikan di sekolah diharapkan dapat mempersiapkan siswa agar menguasai berbagai keterampilan tersebut.

“Kehidupan dan pekerjaan-pekerjaan di abad 21 semakin menuntut seseorang untuk kreatif dan inovatif, mampu bekerja dalam tim yang semakin multikultur, mampu mengolah informasi dan memanfaatkannya untuk kehidupan; itu semua adalah ketrampilan abad 21 yang harus dimiliki seorang siswa semenjak dini,” ujar Koordinator Tanoto Foundation Provinsi Jawa Tengah, Nurkolis di sela-sela Pelatihan bagi pelatih Pembelajaran, Manajemen Sekolah, dan Budaya Baca yang diadakan di Hotel Best Western Solo Baru, Rabu (12/9/2018).

Syahrini Unggah Video Permintaan Maaf Anang Hermansyah karena Tak Bisa Hadiri Konsernya

Untuk mempersiapkan siswa menghadapi hal tersebut, Tanoto Foundation mengadaptasi pendekatan ‘Mikir’ agar diterapkan oleh guru dalam pembelajaran di kelas.

"Mikir merupakan akronim atau singkatan dari mengalami, interaksi, komunikasi dan refleksi," terangnya.

“Pendekatan ini berusaha menjawab tantangan abad 21 dan memperpraktis unsur lima M yang ada dalam kurikulum 2013 yaitu mengamati, menanya, menyajikan, menalar, dan mencoba,” ujar Nurkolis.

Menurutnya dengan pendekatan pembelajaran tersebut, para siswa secara lebih praktis diajak untuk kreatif, mampu berkolaborasi dalam tim, dan kritis selama proses pembelajaran berlangsung.

Konsep Eskariso SMK Ngargoyoso Bantu Ekonomi Kreatif Kampung Matematika Desa Karanglo Tawangmangu

Siswa di kelas diajak untuk mengalami dengan cara melakukan percobaan, membuat sesuatu dan mengamati langsung objek yang dipelajari.

Halaman
12
Penulis: Imam Saputro
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help