Tanoto Foundation Latih Ratusan Fasilitator Kembangkan Pembelajaran Siswa Aktif

Siswa diharapkan jadi lebih aktif, misalnya membahas masalah kemudian mencari pemecahan masalah sendiri.

Tanoto Foundation Latih Ratusan Fasilitator Kembangkan Pembelajaran Siswa Aktif
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Pakar pendidikan yang juga Dekan FKIP UNS Solo, Joko Nurkamto saat memberika materi di Pelatihan Fasilitator Daerah dan LPTK Program Pelita Pendidikan Tanoto Foundation Provinsi Jawa Tengah dan Kalimantan Timur, di Best Western Hotel, Rabu (12/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tanoto Foundation melatih ratusan fasilitator yang terdiri dari guru dan dosen untuk mengembangkan pendidikan yang menekankan pada pembelajaran siswa aktif di Solo, Senin - Kamis (10-13/9/2018).

Dalam pelatihan tersebut, Tanoto Foundation menggandeng dua lembaga kependidikan tenaga kependidikan (LPTK) yakni Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dan UIN Walisongo.

Model pembelajaran yang akan diterapkan di sekolah dasar dan sekolah menengah tersebut mengubah paradigma pembelajaran siswa pasif dengan model pembelajaran siswa aktif.

"Sekarang sudah tidak zaman lagi pembelajaran guru yang aktif, guru berdiri di depan kelas dan mengatakan ini budi ini bapak budi," kata Direktur Program Pelita Pendidikan Tanoto Foundation Stuart Weston di sela kegiatan Pelatihan Fasilitator Daerah dan LPTK Program Pelita Pendidikan Tanoto Foundation Provinsi Jawa Tengah dan Kalimantan Timur, di Best Western Hotel, Rabu (12/9/2018).

Voca Erudita UNS Solo Bawa Pulang 5 Penghargaan di Kompetisi Soegijapranata Choral Festival

Model itu perlu diubah agar anak secara aktif mempelajari materi pembelajaran dengan arahan guru.

Menurutnya model tersebut lebih efektif berhasil bagi siswa, sehingga bisa merepresentasikan materi buku ajar dari pemahaman diri sendiri.

Siswa diharapkan jadi lebih aktif, misalnya membahas masalah kemudian mencari pemecahan masalah sendiri.

"Bukan satu sumber atau salinan dari guru, sehingga ilmu yang didapatkan lebih mendalam dan tidak cepat hilang," kata dia.

Usai pelantikan, diharapkan guru mengajar dengan persiapan maupun perencanaan pembelajaran sehingga ketika mengajar, guru lebih aktif dan membuat siswa cenderung pasif.

"Harapan kami setelah dari sini, fasilitator tersebut menularkan ilmunya ke guru, dosen lainnya sehingga tercipta proses belajar mengajar yang lebih baik,"ujarnya.

Putra Bungsu Ahmad Albar, Ozzy Albar, Terjerat Kasus Narkoba, Ini Barang Buktinya

Agar pelatihan yang diberikan tetap dilaksanakan di sekolah mitra, fasilitator daerah akan mendampingi hingga guru mengajar di kelas sebanyak 20 x pertemuan dalam setahun.(*)

Penulis: Imam Saputro
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help