Warga Kentingan Baru Jebres Sebut Pengukuran Lahan oleh BPN Solo Masuk Ranah Maldministratif

Salah satu dasar hukum dikeluarkannya keputusan tersebut adalah PERPPU Nomor 51 Tahun 1996 Tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin.

Warga Kentingan Baru Jebres Sebut Pengukuran Lahan oleh BPN Solo Masuk Ranah Maldministratif
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Kuasa Hukum Warga Ketingan Baru, Emanuel Gobay, menunjukkan surat keberatan, Solo, Jumat (14/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Warga Kentingan Baru Jebres mengkritisi keterlibatan petugas saat pengukuran lahan.

Kuasa Hukum Warga Ketingan Baru, Emanuel Gobay kepada TribunSolo.com mengatakan jika keterlibatan institusi negara dalam pengukuran lahan yang dilakukan masuk kategori maladministratif.

"Itu masuk dalam kategori tindakan maladministrasi yang dilakukan institusi negara," katanya saat rapat dengan warga Kentingan Baru, Jumat (14/9/2018) siang.

"Dengan hadirnya SK tadi kami menyimpulkan ada temuan mal administrasi disana," imbuhnya.

Komika Ini Sebut Markobar Mahal, Gibran Rakabuming: Mau Dukung Prabowo Juga Saya Kasih, Kirim Alamat

Adapun Surat Keputusan Wali Kota Surakarta Nomor 845.05/17.2/1/2017 tentang Tim Penyelesaian Hunian Tidak Berizin di Kentingan Baru terbit pada 8 Maret 2017.

Salah satu dasar hukum dikeluarkannya keputusan tersebut adalah PERPPU Nomor 51 Tahun 1996 Tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin.

"Karena SK disana dikeluakan untuk menangani persoalan perdata yang mana adalah individu masyarakat sipil dengan masyarakat sipil," ujar Emanuel,

Sehingga pihaknya menganggap pengukuran tanah yang dilakukan petugas Pemkot Solo pada Selasa (28/8/2018) siang adalah salah kaprah.

Komisi 1 DPRD Surakarta Sepakat dengan Pemkot Solo Terkait Usulan Perda Kerjasama Antar Daerah

Sebelumnya, pengukuran dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Surakarta yang dikawal oleh Tim Polresta Surakarta, Polsek Jebres, dan Satpol PP Kota Solo.

Terkait hal itu, sejumlah warga Kentingan Baru Jebres merasa keberatan dengan pengukuran yang dianggap merupakan tindakan ketidakprofesionalan petugas.

Diketahui, total luas lahan di Kentingan Baru, Jebres, Solo, sebesar 15 ribu meter persegi dan warga yang menempati dari penghuni lama sebanyak 58 orang.

Sedangkan penghuni baru 118 orang. (*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved