Bantah Artikel Asia Sentinel, Dipo Alam Cerita Masa Lalu Bersama SBY saat Terancam Penembak Gelap

Ada pengalaman menarik kala itu, Dipo yang mengaku merasa khawatir terhadap keamanan nyawanya malah ditenangkan oleh SBY.

Bantah Artikel Asia Sentinel, Dipo Alam Cerita Masa Lalu Bersama SBY saat Terancam Penembak Gelap
TRIBUNNEWS.COM/Andri Malau dan KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Dipo Alam dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 

TRIBUNSOLO.COM -- Mendadak Asia Sentinel menjadi perbincangan hangat beberapa hari belakangan.

Hal itu terkait pemberitaan mereka yang berisi dugaan konspirasi kejahatan keuangan di era pemerintahan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Artikel ditulis oleh John Berthelsen, editor sekaligus pendiri Asia Sentinel, sebuah media yang berbasis di Hong Kong.

Namun, pantauan TribunSolo.com, Minggu (16/9/2018), Asia Sentinel sudah menghapus beritanya yang diterbitkan pada 12 September 2018 tersebut.

Sementara itu, menanggapi viralnya pemberitaan Asia Sentinel itu sejumlah politikus Demokrat ikut meradang, karena menganggap berita berisi fitnah.

Bahkan dilansir dari TribunWow.com, Sekjen Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan mengungkapkan bahwa pihaknya akan melaporkan situs media asing Asia Sentinel atas pemberintaanya yang menyudutkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Tak hanya menggunggat media tersebut, Demokrat juga akan menggugat John Berthelsen, penulis artikel berjudul Indonesia’s SBY Government: ‘Vast Criminal Conspiracy’.

Begitu pula Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Siitndaon, juga meminta media di Indonesia yang mengutip isi artikel Asia Sentinel untuk dijadikan bahan berita agar segera lakukan penghapusan.

Jika tidak, pihaknya siap menempuh proses hukum.

".....Jika tdk dilakukan kami tempuh jalur hukum. Fitnah ini telah merusak kami!," tulis Jansen melalui akun Twitternya, Sabtu (15/9/2018).

Halaman
1234
Penulis: Hanang Yuwono
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help