Rakernasus IMA 2018 di Solo Sepakati Satu Zona Waktu di Indonesia, Ini Alasannya

Satu Zona Waktu di Indonesiaakan dinyatakan bersamaan dengan peringatan 90 Tahun Sumpah Pemuda Indonesia, 28 Oktober 2018 nanti.

Rakernasus IMA 2018 di Solo Sepakati Satu Zona Waktu di Indonesia, Ini Alasannya
TRIBUNSOLO.COM/Garudea Prabawati
Para anggota IMA menikmati wisata budaya di Batik Danar Hadi Solo, Sabtu (15/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Rapat Kerja Nasional Khusus (Rakernasus) Indonesia Marketing Association (IMA) yang digelar di Kota Bengawan, Minggu (16/9/2018), menghasilkan rumusan tentang perlunya Satu Zona Waktu di Indonesia.

Dalam siaran pers yang dikirimkan kepada Tribunsolo.com, Minggu (16/9/2018), IMA  menyebut rumusan itu telah dideklarasikan pada Sabtu (15/9/2018).

Lalu, akan dinyatakan bersamaan dengan  peringatan 90 Tahun Sumpah Pemuda Indonesia, 28 Oktober 2018 nanti.

Kini para pemasar Indonesia  yang tergabung di 40 Chapters se-Indonesia menyatakan, pertama, perlunya Indonesia hanya menggunakan Satu Zona Waktu untuk seluruh wilayah Indonesia.

 Peserta Rakernasus IMA Diajak Nikmati Potensi Kota Solo

Dua, Kesatuan Waktu tersebut akan memperkuat Kesatuan Nusa tanpa membedakan wilayah Barat, Tengah dan Timur.

Hal ini sesuai dengan semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tiga, Kesatuan Waktu juga akan memperkuat Kesatuan Bangsa yang tediri dari berbagi suku, agama, ras dan antar golongan.

Hal ini sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Kunjungi Kantor Tribunnews Solo, Anggota IMA Palembang Pelajari Tren Digital News

Empat, kesatuan Waktu akhir juga akan memperkuat Kesatuan Bahasa Komunikasi yang akan berlaku di seluruh aspek politik, ekonomi dan sosial.

Dengan demikian juga akan memperkuat Semangat Pancasila dan UUD 45 dalam pelaksanaan sehari-harinya.

Menurut IMA, rumusan tersebut akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo melalui salah satu badan atau lembaga negara yang relevan.

Rumusan tersebut juga demi memperkuat daya saing bangsa Indonesia secara keseluruhan dalam menghadapi persaingan di tingkat global dan Asia menjelang tahun 2030 khususnya.  (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help