Pasar Tradisional di Jawa Tengah Belum Bebas dari Bahan Berbahaya

Terdapat delapan pasar di Jateng yang dijadikan pilot project program tersebut.

Pasar Tradisional di Jawa Tengah Belum Bebas dari Bahan Berbahaya
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Ilustrasi pedagang daging ayam di Pasar Nongko Solo, difoto Jumat (18/5/2018) pagi. 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Fokus Group Discussion (FGD) digelar Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM) di Semarang, Selasa (18/9/2018), di Royal Heritage Hotel Solo.

Dalam acara itu antara lain mengemuka informasi bahwa pasar-pasar tradisional di Jawa Tengah (Jateng) saat ini dideteksi belum bebas dari bahan berbahaya.

Dyah Sulistyorini, Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Pelaku Usaha Badan POM Republik Indonesia, mengatakan, bahan-bahan berbahaya tersebut antara lain boraks, formalin, Rodhamin, dan Methanil Yellow.

"(Ada) program pasar aman dari bahan berbahaya yang dicanangkan sejak 2013, di mana petugas rutin mendeteksi sejumlah komoditas yang dijual para pedagang di pasar tradisional," katanya kepada wartawan, termasuk TribunSolo.com, Selasa (18/9/2018).

56 Daftar Produk Kosmetik Berbahaya Hasil Rilis BPOM Mulai 2009 hingga 2018, Adakah yang Kamu Pakai?

Terdapat delapan pasar di Jateng yang dijadikan pilot project program tersebut.

Yakni, Pasar Sugih Waras Pekalongan, Pasar Bunder Sragen, Pasar Manis Purwokerto, Pasar Kutawinangun Kebumen, Pasar Borobudur Kabupaten Magelang, Pasar Sampangan Semarang, Pasar Bekonang Sukoharjo, dan Pasar Nongko Solo.

Petugas diterjunkan ke pasar-pasar tradisional tersebut untuk mengecek apakah masih ada yang mengandung bahan berbahaya atau tidak.

Terutama komoditas ikan asin, daging ayam dan sapi, serta makanan atau snack anak-anak.

BPOM akan Perketat Hukum dalam Pengawasan Obat dan Makanan di Indonesia

Para petugas yang sebelumnya dilatih melakukan deteksi itu diminta untuk menyampaikan laporan secara rutin kepada instansi terkait setelah melakukan deteksi.

"Hasil dari deteksi tersebut, pasar tradisional masih belum bebas dari bahan berbahaya," kata Plt Kepala Balai Besar POM Jateng di Semarang, Zeta Rina Pujiastuti.

"Namun tingkat kebersihan dan keamanan pasar tradisional dari bahan-bahan berbahaya cenderung naik," katanya menambahkan.

Pihaknya berharap, dari evaluasi dan rencana kerja dari FGD ini, pasar tradisional makin sehat dan aman dari bahan-bahan berbahaya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved