Festival Laweyan 2018 Diharapkan Bisa Jadi Pintu Masuk Wisatawan di Solo

Tom Festarandi selaku Ketua Panitia Festival Laweyan 2018 berujar, melalui tema tersebut segala potensi baik kreatifitas maupun sosial diangkat.

Festival Laweyan 2018 Diharapkan Bisa Jadi Pintu Masuk Wisatawan di Solo
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Pers Conference Festival Laweyan, Nyawang Laweyan, di Kantor Kelurahan Laweyan, Solo, Rabu (19/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Untuk keempat kalinya, Festival Laweyan terselenggara, di tahun 2018 ini bertemakan Nyawang Laweyan.

Tom Festarandi selaku Ketua Panitia Festival Laweyan 2018 berujar, melalui tema tersebut segala potensi baik kreatifitas maupun sosial diangkat.

"Dalam arti Festival Laweyan 2018 tidak sekedar dipertontonkan namun juga diarahkan untuk menjadi pintu masuk wisatawan sebanyak mungkin," ujar Tom Festarandi selaku Ketua Panitia Festival Laweyan 2018, kepada TribunSolo.com, Jumat (21/9/2018).

Oleh karena itu konsep berbagi peran dan kerja bersama akan menjadi landasan semangat kerja kreatif Festival kali ini.

Dan juga pengembangan pemberdayaan kearifan lokal akan menjadi bagian terbesar dari keseluruhan rangkaian kegiatan.

"Karena memang kegiatan yang juga sebagai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kampoeng Batik Laweyan serta Hari Batik Nasional, juga dalam untuk lebih mengembangkan kreatif seni budaya Laweyan," ujarnya.

Juga sebagai penguatan aset-aset pendukung wisata Kampoeng Batik Laweyan.

Pihaknya juga mengatakan, acara ini terselenggara mulai 25 Sepetember 2018 hingga 2 Oktober 2018.

Terdapat serangkaian acara di dalamnya antara lain pada 25 September 2018, pembuka acara akan dikemas dalam tema Kawah Condrodimuko. 

Acaranya merupakan pertunjukan kolosal, kolaborasi teaterikal tari, musik etnik, serta batik perform. 

Ada pula pada 29 September 2018 akan terselenggara gelaran Fashion On The Street At Night, di mana kegiatan ini merupakan peragaan busana batik muslimah terbanyak karena melibatkan 500 peraga busana. 

"Dan nantinya event ini ditujukan untuk pembuatan atau pemecahan rekor MURI," imbuhnya. 

Untuk tanggal 29 September hingga 2 Oktober 2018 akan diadakan Pasar Malam Laweyan yang menampilkan pentas seni budaya serta pameran kuliner dan produk kerajinan unggulan dari 11 Kelurahan di wilayah Kecamatan Laweyan. 

Dan masih banyak acara lainnya lagi. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help