Menikmati Olahan Kambing di Rumah Joglo Bernuansa Tradisional, Tengkleng Mbak Diah Solo Jawabannya

Saat TribunSolo.com menyambangi warung ini pada Sabtu (22/9/2018) siang, kentara sekali nuansa Jawa mulai dari eksterior hingga interior.

Menikmati Olahan Kambing di Rumah Joglo Bernuansa Tradisional, Tengkleng Mbak Diah Solo Jawabannya
TRIBUNSOLO.COM/HANANG YUWONO
Warung Tengkleng Mbak Diah Solo di Jalan Ahmad Yani, Kerten, Laweyan, Solo, atau tepatnya di utara hotel The Sunan Solo. 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO -- Warung Tengkleng Mbak Diah Solo selain menyajikan masakan tengkleng dan olahan daging kambing, juga menawarkan tempat berkonsep Jawa tradisonal untuk pelanggan.

Berwujud bangunan joglo, Warung Tengkleng Mbak Diah Solo ini bisa Anda jumpai di Jalan Ahmad Yani, Blok 380, Kerten, Laweyan, Solo, atau tepatnya di utara  The Sunan Hotel Solo.

Saat TribunSolo.com menyambangi warung ini pada Sabtu (22/9/2018) siang, kentara sekali nuansa Jawa mulai dari eksterior hingga interior.

Terdiri dari satu ruangan utama tanpa sekat, Warung Tengkleng Mbak Diah Solo dilengkapi beberapa ornamen tradisional.

Tengkleng Mbak Diah Solo Jadi Langganan Keluarga Cendana Sampai Kini

Mneikmati olahan daging kambing dengan nuansa Jawa tradisional di Warung Tengkleng Mbak Diah Solo, Sabtu (22/9/2018).
Mneikmati olahan daging kambing dengan nuansa Jawa tradisional di Warung Tengkleng Mbak Diah Solo, Sabtu (22/9/2018). (TRIBUNSOLO.COM/HANANG YUWONO)

Seperti lampu gantung hingga furnitur kayu yang berukir.

Menengok ke salah satu sudut ruangan, terdapat seperangkat gamelan.

Rahasia Tengkleng Mbak Diah Solo yang Rasanya Beda dari Lainnya, Ada di 20 Lebih Bumbu

Gamelan di Warung Tengkleng Mbak Diah Solo ini tak sekadar hiasan semata.

Dituturkan oleh Rukiyanto, penanggungjawab Warung Tengkleng Mbak Diah Solo, gamelan ini dimainkan saat ada acara-acara tertentu.

Seperangkat gamelan yang ada di warung Tengkleng Mbak Diah Solo, Sabtu (27/9/2018).
Seperangkat gamelan yang ada di warung Tengkleng Mbak Diah Solo, Sabtu (27/9/2018). (TRIBUNSOLO.COM/HANANG YUWONO)

"Kita pakai seperti ini, gamelan, gebyok, dan kita pun biasa pakai musik Jawa," ujarnya.

"Gamelan di sini juga masih fungsi semua, itu asli dan bisa dimainkan. Kalau dulu waktu kita opening, kita mainkan," tambahnya.

Halaman
123
Penulis: Hanang Yuwono
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help