Keris Termasuk Pusaka yang Bernilai Tinggi, Beginilah Cara Pembuatannya

Dalam pembuatan keris, dibutuhkan 3 bahan baku, yakni besi, baja, dan pamor (nikel atau batu meteror).

(TribunWow.com/Lailatun Niqmah)

TRIBUNWOW.COM, SOLO  - Keris merupakan sebuah pusaka yang memiliki nilai tinggi, baik dari segi falsafah maupun estetika.

Pembuatannya pun tak sebentar dan dibutuhkan keahlian khusus.

Keris pada awal kelahirannya difungsikan sebagai alat spiritual, yang kemudian beralih menjadi alat bantu pertanian.

Seiring perkembangan zaman, keris sempat difungsikan sebagai senjata perang hingga alat manifestasi politik.

Akan tetapi, keris kemudian kembali beralih fungsi, yakni menjadi simbol-simbol tertentu dalam kehidupan masyarakat (ageman) yang memiliki nilai estetika, baik menunjukkan status sosial hingga untuk kelengkapan busana.

Keris Langka dari Filipina, Hanya 2 yang Terdeteksi di Indonesia, Begini Penampakannya

Berdasarkan serat Centhini, keris tertua merupakan keris pada era Kabudhan, Singasari, Kerajaan Kediri, Jenggela, dan Segaluh.

Kemudian berlanjut pada era Tangguh Sepuh, yakni zaman Padjajaran, Mahapahit, dan Tuban.

Tangguh atau era ketiga dari perkembangan keris adalah tangguh tengah, yang terdiri dari zaman Pajang, dan Mataram.

Tangguh terakhir adalah tangguh nem-neman, seperti era Kartasura dan Surakarta, dan Yogyakarta.

Halaman
1234
Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help