KPUD Karanganyar: Ada 2643 Pemilih Berpotensi Ganda

Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) yang digagas oleh KPU RI dalam masa tahapan Pemilu 2019.

KPUD Karanganyar: Ada 2643 Pemilih Berpotensi Ganda
TRIBUNSOLO.COM/EFREM SIREGAR
Komisioner KPUD Kabupaten Karanganyar divisi Data Pemilih, Fakturohman (memegang mikrofon), saat memaparkan data DPTHP di rakor data hasil pencermatan KPU-Bawaslu-Parpol di SFA Resto, Karanganyar, Minggu (30/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Efrem Siregar

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - KPUD Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, menggelar rapat koordinasi data hasil pencermatan KPU-Bawaslu-Parpol di SFA Resto, Karanganyar, Minggu (30/9/2018).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) yang digagas oleh KPU RI dalam masa tahapan Pemilu 2019.

Komisioner KPUD divisi Data Pemilih Nur Fatkurohman dalam pemaparannya menyebut Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) Kabupaten Karanganyar sebanyak 687.822 pemilih.

“KPUD Karanganyar menerima data pencermatan dari KPU RI yang mengatakan ada potensi 2643 ganda di Kabupaten Karanganyar,” kata Fakturohman.

Pelatihan Wartawan Jadi Salah Satu Program Kerja Ketua Umum PWI Terpilih, Atal Depari

Potensi ganda yang dimaksud adalah pemilih memiliku NIK, nama dan tanggal lahir yang sama dengan pemilih di luar Karanganyar.

Data ini, kata Fakturohman, selanjutanya akan diturunkan ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) agar dicek kebenarannya.

“Nama nama ini sebetulnya domisili dimana?”

“Kalau di Karanganyar, nama mereka tetap kami catat, namun jika di luar karanganyar akan kami coret,” kata Fakturohman.

Rilis Dokumen dari KPU: Jumlah Tim Kampanye Jokowi-Maruf 5.279 Orang, Prabowo-Sandi 94 Orang

Lebih lanjut, KPUD Karanganyar menerima data yang menyebut potensi anomali sebanyak 1283 pemilih.

Menurut Fakturohman, kategori anomali ini seumpama adanya kejanggalan pada nama pemilih.

“Semisal nama pemilih Murtopo, ternyata di data dituliskan Muurtopo, ini akan kami cek,” katanya.

Rekapitulasi DPTHP tingkat Kabupaten/Kota akan berlangsung pada 9-11 November 2018. (*)

Penulis: Efrem Limsan Siregar
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help