Ciptakan Kota Kondusif Jelang Pemilu 2019, Dua Tokoh Lintas Agama di Solo Sampai Hal Ini

Mereka menginginkan agar warga tidak memanfaatkan isu SARA, informasi hoaks dan ujaran kebencian jelang Pileg dan Pilpres 2019.

Ciptakan Kota Kondusif Jelang Pemilu 2019, Dua Tokoh Lintas Agama di Solo Sampai Hal Ini
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Pimpinan Pondok Pesantren Al Muayyad, Windan, Kartasura, Dian Nafi (kanan) dan tokoh Tionghoa dari Perkumpulan Masyarakat Surakarta, Sumartono Hadinoto (kiri) saat diwawancarai pada Senin (1/10/2018) sore. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Muayad,  Windan, Kartasura, Dian Nafi dan tokoh Tionghoa dari Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) Sumartono Hadinoto, menyerukan  Pemilu Damai.

Mereka menginginkan agar warga tidak memanfaatkan isu SARA, informasi hoaks dan ujaran kebencian jelang Pileg dan Pilpres 2019.

Kedua tokoh penting itu juga mengimbau seluruh warga Solo untuk menjaga situasi kondusif kota dan ikut menyukseskan gelaran pesta demokrasi lima tahunan itu.

Dian Nafi dikenal Gus Dian mengatakan, Pemilu 2019 mendatang akan menjadi perhatian dunia.

VIDEO - Bawaslu Solo Deklarasi Pemilu 2019 Bersih dan Bermartabat di The Sunan Hotel

Baginya, ada lebih dari 160 negara yang akan menjadi saksi gelaran pemilu tersebut dan Indonesia  memiliki keistimewaan yang  yang tak dimiliki oleh negara lain.

"Indonesia punya keragaman yang tidak dimiliki negara lain, Indonesia adalah negara dengan keragaman tertinggi di dunia, ada lebih dari 780 kerajaan pernah ada di Indonesia," jelasnya ditemui Senin (1/10/2018) sore.

Ia menerangkan, Pemilu tahun 2019 ini berbeda dengan Pemilu tahun 2014, karena juga akan diikuti Pilpres.

Untuk itu ia mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga jalannya Pemilu 2019.

"Kami ingin menyuarakan kedamaian, terhindar dari isu yang menjurus ke SARA, adanya adu domba dan kami ingin menyuarakan hal penting terkait Pemilu," katanya. 

Senada, tokoh Tionghoa, Sumartono Hadinoto, menganggap pemilu merupakan pesta demokrasi yang harus disambut dengan gembira, karena akan menentukan nasib bangsa ke depan

"Dalam keadaan bahagia kita tidak boleh mengejek, menjatuhkan, melakukan hal yang tidak sesuai dengan hukum," urainya.

Bawaslu Solo Berharap Pemilu 2019 Berlangsung Damai

Jangan pernah ada konflik yang bisa membuat Solo atau Indonesia tercerai berai, harus berani mengambil sikap untuk menyuarakan kebenaran." (*)

Penulis: Facundo Crysnha Pradipha
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved