OJK Solo : DPK Bank Konvensional Tumbuh 12,01 Persen

Sedangkan untuk dana pihak ketiga (DPK) pada bank konvensional pada tahun ini tumbuh 12,01 persen, dibandingkan tahun sebelumnya periode yang sama

OJK Solo : DPK Bank Konvensional Tumbuh 12,01 Persen
TribunSolo.com/Garudea Prabawati
(Dari kiri ke kanan) Kepala Bagian Pengawasan Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dinavia Tri Rian, Deputi Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Surakarta, M Taufiq Amrozi, Ketua Kadin Solo Gareng S Haryanto, dan Kepala BPPKAD Surakarta Yosca Herman Soedrajad 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kepala Bagian Pengawasan Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dinavia Tri Rian dari berujar saat ini aset perbankan konvensional secara umum di Eks Karesidenan Surakarta posisinya di bulan Agustus 2018 tumbuh 10,42 persen secara year on year (yoy).

"Angka ini lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan di Jawa Tengah yang hanya 6,79 persen," ujarnya kepada Tribunsolo.com, Selasa (9/10/2018). 

Sedangkan untuk dana pihak ketiga (DPK) pada bank konvensional pada tahun ini tumbuh 12,01 persen, dibandingkan tahun sebelumnya periode yang sama.

Padahal untuk Jawa Tengah pertumbuhannya hanya 8,73 persen.

Gerindra Laporkan Ratna Sarumpaet ke Polisi: Risiko yang Harus Diterima akibat Pengakuan Kebohongan

Sedangkan untuk kredit di kota Solo lebih rendah dari angka Jawa Tengah.

Untuk kredit di Solo pertumbuhannya hanya 8,62 persen.

Sedangkan angka Jawa Tengah tumbuh sebesar 8,79 persen.

"Sedangkan untuk kondisi di eks Karesidenan Surakarta untuk Non Performance Loan (NPL) atau angka kredit macet sebesar 2,03 persen," katanya.

Kemudian untuk angka Jawa Tengah NPL sebesar 2,54 persen.

Drama Amien Rais Dipanggil Polisi: Mangkir karena Salah Nama hingga Janji Bongkar Kasus Korupsi

Sementara itu Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Surakarta Bandoe Widiarto sebelumnya berujar bahwa untuk respons perekonomian saat ini akan positif.

Pasalnya kredit tumbuh sekitar 9 persen.

Sedangkan untuk NPL juga bisa ditekan, posisinya pun hingga saat ini kurang dari 5 persen.

"Sehingga bisa dikatakan dengan kondisi ekonomi yang saat ini, kedepannya akan ke arah yang positif," tutupnya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved