Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Jadi Universitas Swasta Terbanyak Raih Dana Hibah PKM KT

Taufik mengatakan UMS mengirimkan sekitar 100 proposal ke Dikti dan yang mendapatkan pendanaan sejumlah 13 proposal.

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Jadi Universitas Swasta Terbanyak Raih Dana Hibah PKM KT
TribunSolo.com/Imam Saputro
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UMS, Taufik Kasturi 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil menjadi universitas swasta peraih dana hibah terbanyak untuk Program Krativitas Mahasiswa Karya Tulis (PKM KT) tahun 2018 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

“Kami secara peringkat nasional ada di peringkat ke lima di bawah ITS, UGM, Unnesa, dan IPB, dan kami universitas swasta nomor satu,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UMS, Taufik Kasturi, Rabu (10/10/2018).

UMS mendapatkan kucuran dana untuk 13 proposal kategori Artikel Ilmiah (AI) dengan rincian sebesar 3 juta rupiah per proposal.

“Yang lolos 13 itu semua AI, dan yang GT tidak ada yang lolos,” terangnya.

Inilah Video Jokowi saat Belajar Bahasa Isyarat sebelum Tampil Membuka Asian Para Games 2018

Taufik mengatakan UMS mengirimkan sekitar 100 proposal ke Dikti dan yang mendapatkan pendanaan sejumlah 13 proposal.

“Sesuai klaster maka kami hanya bisa mengirim maksimal 100 proposal saja, Alhamdulillah ada 13 yang lolos,” kata dia.

Ia berharap agar PKM AI yang didanai bisa benar-benar bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat pada umumnya.

“Dan lebih jauh lagi bisa ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS),” tambah Taufik.

Musro The Sunan Hotel Solo Peduli Bencana Palu, Sigi, dan Donggala

Adapun beberapa judul PKM AI UMS yang didanai Dikti seperti, Analisa faktor-faktor penyebab banyaknya jumlah sampah e-ticket pada unit pengemasan multiline MTL05 dengan metode FMEA karya Nunung Susanti.

Kemudian Penentuan Rute Distribusi untuk meminimalkan biaya transportasi yang disusun oleh Aris Munandar.

Dan Analisis Tingkat Kesehatan Bank dengan metode RGEC (Studi kasus pada Bank Syariah Indonesia, Tbk 2014-2016) yang disusun oleh Sri Lestari. (*)

Penulis: Imam Saputro
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved