Kisah Pemandu Wisata di Karanganyar saat Antarkan Turis Asing Nikmati Singkong dan Pisang Goreng

Turis diantarkannya ke sejumlah tempat wisata di Kecamatan Tawangmangu dan Kecamatan Ngargoyoso.

Kisah Pemandu Wisata di Karanganyar saat Antarkan Turis Asing Nikmati Singkong dan Pisang Goreng
TRIBUNSOLO.COM/Halimah Nina
Beberapa wisatawan tengah berfoto di pintu masuk Candi Cetho, Senin (15/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Efrem Siregar

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Chandra Handayani adalah seorang pemandu wisata lokal di Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar.

Dalam pekerjaannya, ia lebih banyak menangani turis mancanegara.

Turis diantarkannya ke sejumlah tempat wisata di Kecamatan Tawangmangu dan Kecamatan Ngargoyoso.

Yang paling sering adalah Candi Sukuh Kecamatan Ngargoyoso, Candi Cetho Kecamatan Jenawi, dan Ari Terjun Grojogan Sewu.

Beberapa kali ke Astana Giribangun yang merupakan kompleks pemakaman Presiden ke-2 RI Soeharto dan Ibu Tien.

Ia juga sekalian mengajak para wisatawan melewati desa-desa di sekitar objek wisata tersebut.

"Saya mengajak mereka (turis) jalan-jalan lewat perkampungan supaya turis bisa berinteraksi dengan masyarakat," kata Chandara kepada TribunSolo.com seusai pengukuhan pengurus DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Karanganyar, Rabu (10/10/2018).

Pemandu Wisata, Chandra Handayani.
Pemandu Wisata, Chandra Handayani. (TRIBUNSOLO.COM/EFREM SIREGAR)

Chandra membawa mereka ke warung-warung milik warga.

Di sana, para wisatawan ditawarkan untuk menikmati teh dan kopi.

Namun, wisatawan Eropa, katanya, memilih kopi atau teh tanpa gula.

"Untuk snack, saya berikan singkong goreng atau pisang goreng."

"Selama ini ketika saya sajikan snack tradisional, mereka lebih sering menghabiskan pisang goreng atau molen sampai bakul di warung tidak tersisa," kata Chandra. (*)

Penulis: Efrem Limsan Siregar
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help