Suami dan Istri di Gunungkidul Bersaing pada Pilkades Serentak

Padahal sesuai Perda Gunungkidul Nomor 17 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Perda 5/2015 tentang Kepala Desa, calon minimal harus dua.

Suami dan Istri di Gunungkidul Bersaing pada Pilkades Serentak
Kompas.com/Dok Suhut
Suami-istri Suhut dan Partini Maju Dalam Pilkades desa Kepek, Kecamatan Saptosari, Gunungkidul. 

Usai pendaftaran, serangkaian proses dilakukan, termasuk pengambilan nomor urut.

Partini mendapat nomor urut 1 dan Suhut nomor urut 2.

Mereka pun telah memaparkan visi dan misinya pada Minggu (7/10/2018) di balai desa.

Uniknya, mereka tidak memasang gambar apapun dalam masa kampanye ini.

"Saya (Partini) dan suami kebetulan visi dan misinya sama."

"Poinnya hanya menciptakan suasana yang damai, rukun, dan adil, karena dari situ menurut saya sumber kesejahteraan masyarakat," ujar Partini.

Mereka berdua berdalih tidak menyalahi aturan terkait majunya suami istri.

Begitu juga nantinya, siapa yang terpilih oleh 4.950 warga dari 6 padukuhan, mereka berdua tidak mempermasalahkan.

"Siapapun yang terpilih tidak masalah," ucapnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Sudjoko, mengatakan, tidak ada peraturan yang dilanggar jika ada suami istri maju dalam pikades serentak.

Halaman
123
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help