Suami dan Istri di Gunungkidul Bersaing pada Pilkades Serentak

Padahal sesuai Perda Gunungkidul Nomor 17 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Perda 5/2015 tentang Kepala Desa, calon minimal harus dua.

Suami dan Istri di Gunungkidul Bersaing pada Pilkades Serentak
Kompas.com/Dok Suhut
Suami-istri Suhut dan Partini Maju Dalam Pilkades desa Kepek, Kecamatan Saptosari, Gunungkidul. 

"Tidak apa-apa, ada dua desa yang suami istri maju yakni di desa Dengok, Kecamatan Playen, dan Desa Kepek, Kecamatan Saptosari," ungkapnya.

Sudjoko menjelaskan, di Gunungkidul ada 30 desa yang akan melaksanakan pilkades.

Pelaksanaannya diperkirakan akan menelan dana Rp 2 miliar dari APBD Gunungkidul.

Dengan angka tersebut, masing-masing desa akan mendapat dana penyelenggaraan Rp 30 juta-Rp 60 juta.

"Satu hari sebelum pencoblosan, seluruh alat yang digunakan sudah selesai didistribusikan," bebernya.

Sudjoko mengaku berkoordinasi dengan Polres Gunungkidul, Kodim 0730, dan Satpol PP, untuk pengamanan pelaksanaan pilkades serentak, Sabtu (13/10/2018).

Pihaknya berharap, seluruh warga menggunakan hak pilihnya.

"Tidak ada lokasi rawan, tetapi tetap kita antisipasi misalnya desa yang ada di perbatasan dengan desa lainnya yang tidak melakukan pemilihan kepala desa," imbuhnya.

"Karena tidak ada pemilihan, kemungkinan massa akan datang ke lokasi pemilihan"

"Kami berharap masyarakat untuk mendukung pelaksanaan pilkades," tambahnya.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady menjelaskan, ratusan polisi dari jajaran Polres dan Polsek, akan disebar ke-30 desa yang menyelenggarakan Pilkades.

Jumlah personel yang berjaga tiap desa berbeda, tergantung tingkat kerawanan wilayah. (Kompas.com/Markus Yuwono)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tak Ada Lawan dalam Pilkades, Pria Ini Pilih Istrinya Sebagai Lawan"

Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help