Pilpres 2019

Budiman Sudjatmiko dan Dahnil Anzar Beradu Orasi: Beberkan Kelebihan Capres-Cawapres Kedua Kubu

Budiman Sudjatmiko dan Dahnil Anzar Simanjuntak beradu orasi menyampaikan kelebihan dari masing-masing kandidat Capres-cawapres yang mereka dukung.

Budiman Sudjatmiko dan Dahnil Anzar Beradu Orasi: Beberkan Kelebihan Capres-Cawapres Kedua Kubu
Youtube Mata Najwa
Budiman Sudjatmiko dan Dahnil Anzar Simanjuntak 

Kata Budiman, sang kyai kerap marah kepadanya ketika ia salah melafalkan Alquran.

"Pak Ma'ruf Amin mengingatkan saya pada seorang kyai pesantren di desa saya, KH Hazbullah yang selalu mengajar mengaji kepada saya."

"Dan saya ingat betul marahnya dia jika saya salah mengucapkan tajwid," Budiman mengisahkan.

"Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf Amin adalah wajah tetanggamu, tetangga saya, mbahmu dan kita semua," ujarnya.

Dahnil Anzar: Kita Butuh Pak Prabowo seperti Kita Butuh Jenderal Soedirman pada Masa yang Lalu

Budiman melanjutkan, dlam catatan sejarah, Jokowi berhasil mendapat mandat dari rakyat untuk menjadi seorang Presiden RI.

Dan mandat tersebut menurut Budiman telah dijalankan dengan baik oleh Jokowi.

Menurut Budiman, Jokowi berhasil mengerjakan hal-hal yang hampir mustahil dilakukan.

"Tapi oleh sejarah, sorang Jokowi dituntun untuk memimpin Indonesia."

"Dan diminta mengerjakan hal yang hampir mustahil menurut para ahli teori pembangunan dan teori transisi politik," paparnya.

Hal-hal mustahil tersebut adalah pembangunan infrastruktur.

Halaman
1234
Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help