Pilpres 2019

Budiman Sudjatmiko dan Dahnil Anzar Beradu Orasi: Beberkan Kelebihan Capres-Cawapres Kedua Kubu

Budiman Sudjatmiko dan Dahnil Anzar Simanjuntak beradu orasi menyampaikan kelebihan dari masing-masing kandidat Capres-cawapres yang mereka dukung.

Budiman Sudjatmiko dan Dahnil Anzar Beradu Orasi: Beberkan Kelebihan Capres-Cawapres Kedua Kubu
Youtube Mata Najwa
Budiman Sudjatmiko dan Dahnil Anzar Simanjuntak 

Budiman mengungkapkan, keberhasilan pembangunan infrastruktur biasanya hanya bisa dirasakan oleh negara yang dipimpin oleh kepala negara yang otoriter.

Bahkan, menurut Budiman, pembangunan infrastruktur sulit dilakukan di negara yang menganut sistem demokrasi, sebagaimana Indonesia.

Namun oleh Budiman, Jokowi dianggap berhasil melakukan pembangunan tersebut.

"Apa yang dikatakan mustahil itu? Pak Jokowi mengerjakan Pekerjaan Rumah yang seharusnya dikerjakan oleh rezim otoriter, yaitu apa, membangun infrastruktur."

"Jerman dikuasai Hitler membangun jalan tol, Korea Selatan dikuasai Park Chung Hee membangun jalan tol."

"Cina tentu saja masih otoriter, membangun jalan tol ribuan kilometer mudah saja bagi mereka."

"Tapi dalam alam demokrasi itu agak susah, tapi Pak Jokowi sanggup melakukannya," pungkas Budiman.

Jokowi Dituduh PKI: Sudah Empat Tahun Diulang-ulang

Selanjutnya adalah giliran Dahnil menyampaikan orasi dukungannya kepada pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dahnil mengungkapkan, Prabowo adalah sosok yang tegas dan dibutuhkan oleh bangsa Indonesia.

"Prabowo Sandi untuk Indonesia adil dan Makmur," kata Dahnil.

Halaman
1234
Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved