Kemendikbud Alokasikan Dana Rp 246,5 Miliar untuk Bencana Palu-Donggala

Jumlah satuan pendidikan, siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan terdampak akan terus diperbaharui berdasarkan perkembangan di lapangan

Kemendikbud Alokasikan Dana Rp 246,5 Miliar untuk Bencana Palu-Donggala
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Kerusakan parah akibat gempa bumi terlihat di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10/2018). Gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah mengakibatkan 832 orang meninggal. 

TRIBUNSOLO.COM, PALU - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) terus melakukan pendataan terhadap satuan pendidikan, pendidik, dan tenaga kependidikan, serta siswa terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Jumlah satuan pendidikan, siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan terdampak akan terus diperbaharui berdasarkan perkembangan di lapangan setiap harinya.

Dilansir dari laman resmi Kemendikbud, Direktur Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) menerangkan per 6 Oktober 2018, sebanyak 422 sekolah mengalami kerusakan, 80 guru dan tenaga kependidikan serta 59 siswa menjadi korban, baik meninggal, hilang, maupun rawat inap.

"Nanti kita akan pastikan, dari data dapodik (data pokok pendidikan) dikurangi data terdampak yang dilaporkan tim," disampaikan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen), Poppy Dewi Puspitawati, di Jakarta, Rabu (10/10/2018).

UMKM Dituntut Gesit Berinovasi di Era Disrupsi

Tim dari direktorat teknis telah terjun ke lapangan sejak hari pertama pascabencana.

"Yang paling penting, kita telah mengaktivasi pos pendidikan, yang kita pusatkan di LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) Sulawesi Tengah," kata Poppy.

Proses pendataan, diakui Poppy, masih belum optimal khususnya di wilayah Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong.

Cukup banyak pendidik maupun tenaga kependidikan yang belum teridentifikasi statusnya.

KPK Tahan Mantan Bos Lippo Group, Eddy Sindoro, di Rutan Cabang Pomdam Jaya Guntur

Mereka dikabarkan mengungsi di gunung dan di luar wilayah Sulteng atau diduga menjadi korban tsunami dan likuifaksi.

Selain itu, masih banyak lokasi yang terisolasi. Posko Pendidikan terus memperbaharui data setiap hari setiap pukul 7 malam.

Saat ini, sebanyak 26 pegawai LPMP Sulteng belum diketahui statusnya.

Seorang staf bernama Arifin, dan seorang anak dari staf LPMP menjadi korban meninggal.

Augie Fantinus Jadi Tersangka Gara-gara Unggahan Video di Akun Instagramnya

Dua rumah pegawai dilaporkan hilang/amblas akibat likuifaksi, dan tiga rumah dinyatakan rusak berat.

LPMP Sulteng mengalami kerusakan ringan, tetapi masih dapat menjalankan fungsinya. (Kompas.com/Yohanes Enggar Harususilo)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kemendikbud Alokasikan Rp 246,5 Miliar untuk Bencana Palu-Donggala "

Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help