Pelanggan Pengusaha Tempe di Karanganyar Ini Tak Berkurang Meski Ukuran Tempemya Diperkecil,

Pelanggan Sukarno di Karanganyar kebanyakan ibu rumah tangga dan pedagang hik (angkringan) yang biasa mengolah jajanan tempe goreng.

Pelanggan Pengusaha Tempe di Karanganyar Ini Tak Berkurang Meski Ukuran Tempemya Diperkecil,
TRIBUNSOLO.COM/EFREM SIREGAR
Sukarno, pengusaha tempe dari Dusun Bloro, Karangpandan, Karanganyar, difoto Sabtu (13/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Efrem Siregar

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Sukarno, pengusaha tempe di Dusun Bloro, Desa Karangpandan, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah,  memperkecil ukuran tempe yang diproduksinya.

Hal itu dilakukannya sejak Juli 2018 lalu hingga saat ini.

Langkah itu diambilnya agar tidak merugi.

Sebab, harga kedelai saat ini mencapai Rp7.800 per kilogram.

Sukarno, Pengusaha Tempe di Karanganyar, Perkecil Ukuran Tempenya Gara-gara Harga Kedelai Mahal

Harga kedelai, katanya, tidak pernah turun sejak Juli lalu.

Meski memperkecil ukuran tempe, Sukarno mengklaim pelanggan tetap berminat membeli tempe produksinya.

Pelanggan Sukarno kebanyakan ibu rumah tangga dan pedagang hik (angkringan) yang biasa mengolah jajanan tempe goreng.

“Jumlah pelanggan tetap sama sebelum saya memperkecil ukuran tempe,” kata dia.

Masak Oseng Tempe Bareng Finalis Putra Putri Solo 2018, Istri Wali Kota Bikin Peserta Batuk-batuk

“Para ibu rumah tangga yang membeli ke saya, mereka pernah bilang 'kok tempenya makin kecil,'” kata Sukarno.

Ia tidak menaikkan harga jual tempe yang diproduksinya.

Tempe dijual dengan harga Rp200 dan Rp250 per bungkus.

Dalam sehari, Sukarno mengaku bisa mendapatkan penghasilan bersih rata-rata Rp130 ribu dari penjualan tempe. (*)


Penulis: Efrem Limsan Siregar
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved