Perbarindo Jawa Tengah Sebut Penyaluran Pembiayaan BPR dan BPRS Mengalami Penurunan

Di mana penyaluran kredit BPR sampai triwulan pertama akhir Maret 2018 hanya tumbuh 8,67 persen year on year (yoy)

Perbarindo Jawa Tengah Sebut Penyaluran Pembiayaan BPR dan BPRS Mengalami Penurunan
TribunSolo.com/Garudea Prabawati
Jajaran pengurus Perbarindo Jawa Tengah 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Penyaluran pembiayaan atau kredit yang dilakukan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) maupun Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Syariah turun signifikan secara nasional.

Di mana penyaluran kredit BPR sampai triwulan pertama akhir Maret 2018 hanya tumbuh 8,67 persen year on year (yoy), turun dibanding tahun sebelumnya sebesar 10,66 persen (yoy).

Berdasar jenis penggunaan, sebagian besar kredit BPR untuk konsumsi (KK) dan modal kerja (KMK) dengan porsi masing-masing 48,37 persen dan 44,44 persen, sementara untuk investasi (KI) hanya 7,19 persen.

Sementara BPRS, pembiayaan tumbuh 14,73 persen (yoy), melambat dari posisi Maret 2017 yang tumbuh 22,14 persen (yoy).

Kasus Mercy vs Honda Beat, Kejari Solo Ingin Percepat Proses Persidangan Iwan Adranacus

Berdasar jenis penggunaan, pembiayaan BPRS masih didominasi untuk konsumsi yang tumbuh sebesar 23,06 persen (yoy), diikuti peningkatan pembiayaan investasi dan pembiayaan modal kerja yang tumbuh masing-masing 9,01 persen (yoy) dan 7,41 persen (yoy).

Berdasar sektor ekonomi, pembiayaan BPRS terbesar disalurkan pada sektor perdagangan, restoran, dan hotel sebesar 22,87 persen, serta 45,80 persen itu di sektor lainnya yang tidak termasuk dalam kategori 9 sektor tersebut.

Besarnya penyaluran pembiayaan di sektor lain-lain dipengaruhi masih terbatasnya kompetensi SDM BPRS dalam mengklasifikasikan pembiayaan berdasarkan sektor ekonomi dan tumbuhnya sektor-sektor ekonomi baru yang belum dapat digolongkan pada klasifikasi sektor ekonomi yang ada saat ini.

"Seiring perlambatan pembiayaan, kualitas pembiayaan BPRS, angka kredit bermasalah atau nonperforming finance (NPF) juga mengalami peningkatan menjadi 10,98 persen," kata Ketua Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Jawa Tengah Dadi Sumarna di Solo, Selasa (16/10/2018). 

Wali Kota Solo Kirim 3 Nama Calon Sekda Solo ke Gubernur Jateng

Dalam laporan berkala yang diterbitkan asosiasi, ternyata hanya pembiayaan atau kredit BPR yang mengalami perlambatan pertumbuhan.

Halaman
12
Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved