Serikat Pekerja Nasional Minta Perhitungan Kenaikan UMK di Kota Solo Ditinjau Ulang

Dengan kenaikan UMK sekitar 8 persen menjadi Rp 1.668.700 per bulan, ujarnya, para pekerja di Solo masih harus berhadapan dengan kenaikan kebutuhan

Serikat Pekerja Nasional Minta Perhitungan Kenaikan UMK di Kota Solo Ditinjau Ulang
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Perajin sedang membuat sangkar berbahan baku paralon di Kampung Debegan, Mojosongo, Solo, Kamis (11/1/2017) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO -  Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Surakarta, Hudi Wasisto, berharap aturan perhitungan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK), yang hanya berdasar inflasi dan pertumbuhan ekonomi dapat ditinjau kembali.

Pihaknya berujar, apabila menggunakan hitungan tersebut, kenaikannya hanya sekitar 8 persen.

"Karena seharusnya naiknya 10-12 persen, itu baru sesuai dengan KHL," katanya kepada wartawan, Rabu (17/10/2018).

Dengan kenaikan UMK sekitar 8 persen menjadi Rp 1.668.700 per bulan, ujarnya, para pekerja di Solo masih harus berhadapan dengan kenaikan kebutuhan harga barang.

Yakni kenaikan tarif dasar listrik, PDAM, BBM, dan komoditas lainya.

UMK 2019 Diperkirakan Naik 8,03 Persen, Pemkot Solo Sebut Hitungan sudah Layak

"Dengan kondisi seperti itu, sulit bagi para buruh untuk memenuhi kebutuhan hidup layak, apalagi untuk bisa membeli rumah," tandasnya.

Disebutkan dalam PP Nomor 78, aturan perhitungan UMK dilakukan dengan menambahkan upah minimum tahun sebelumnya dengan hasil perkalian antara upah minimum tahun sebelumnya dan jumlah inflasi serta pertumbuhan ekonomi.

Sementara berdasarkan Permenakertrans Nomor 7, penetapan upah minimum didasarkan pada kebutuhan hidup layak (KHL) dengan memperhatikan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.

Upah minimum yang diarahkan pada pencapaian KHL merupakan perbandingan besarnya upah minimum terhadap nilai KHL pada periode yang sama.

"Maka harapannya, aturan perhitungan UMK yang hanya berdasar inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang kini harus diharmoniskan betul sesuai kebutuhan masyarakat," tutupnya. (*) 

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved