Kpw BI Solo Sinergi dengan BPR, Optimalkan Uang Layak Edar hingga ke Daerah

Sementara pihaknya mengatakan dari skala nilai 1-16 saat ini kondisi uang pecahan besar yang beredar di bawah KPw BI Solo berada di skala 14

Kpw BI Solo Sinergi dengan BPR, Optimalkan Uang Layak Edar hingga ke Daerah
Tribunsolo.com/Garudea Prabawati
Kepala Perwakilan BI Solo, Bandoe Widiarto saat ditemui awak media di KPw BI Solo, Kamis (18/10/2018) 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo, Bandoe Widiarto berujar hingga triwulan II 2018 uang lusuh atau tidak layak edar sebanyak Rp 334 miliar, yang juga akan dimusnahkan. 

"Uang tidak layak edar ini memiliki empat kriteria, yaitu lusuh bisa karena jamur atau yang lain, rusak, cacat, dan uang emisi lama yang sudah tidak berlaku," katanya kepada awak media, Sabtu (20/10/2018).

Sementara pihaknya mengatakan dari skala nilai 1-16 saat ini kondisi uang pecahan besar yang beredar di bawah KPw BI Solo berada di skala 14.

Sedangkan uang pecahan kecil di skala 12.

Di Hadapan Presiden Joko Widodo, Ribuan Santri Ikrarkan Jaga NKRI

"Untuk mempertahankan di skala 14 juga tidak mudah, maka dari itu satu di antara upaya untuk mempertahankan dengan menggandeng BPR untuk penukaran uang layak edar," imbuhnya. 

Dan hal tersebut juga untuk memudahkan masyarakat khususnya di daerah, yang akses perbankannya masih minim. 

Dan melalui BPR lah, yang sekiranya mudah dijangkau masyarakat daerah.

Murid SMP Islam Al Abidin Solo Galang Dana Rp 19 Juta untuk Korban Gempa dan Tsunami

Di mana lokasinya mayoritas banyak di pedesaan ataupun pasar.

"Sehingga teknisnya, BI melakukan jemput bola melalui kas keliling, dan pihak BPR bisa menyiapkan uang lusuh untuk kemudian ditukarkan ke kas keliling BI," tutupnya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved