Kemenkop UKM RI: Perlu Peningkatan Potensi Pelaku UMKM Hadapi Era Industri 4.0

Asisten Deputi Pengembangan Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM RI Budi Mustopo berujar selain pendampingan para pelaku umkm juga dibina.

Kemenkop UKM RI: Perlu Peningkatan Potensi Pelaku UMKM Hadapi Era Industri 4.0
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Asisten Deputi Pengembangan Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM RI, Budi Mustopo, saat ditemui awak media di UMS, Sabtu (20/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Sebanyak 30 ribu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi sasaran binaan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemekop dan UKM) Republik Indonesia (RI) setiap tahunnya, dalam hal pembinaan.

Hal tersebut terurai melalui perbincangan TribunSolo.com dengan Asisten Deputi Pengembangan Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM RI, Budi Mustopo.

"Pertama kita sudah masuk era industri 4.0, masuk Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), dan yang pasti masuk di era disruptif," katanya kepada TribunSolo.com, usai mengisi seminar tentang 'Penataan Laporan Keuangan UMKM Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0 di Gedung Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)', Sabtu (20/10/2018).

Artinya daya saing pasar semakin ketat.

Peserta Got Run Diberi Waktu Mendaki dan Turun Gunung Lawu sampai Bukit Sekipan selama 10 Jam

Produk inovatif pun semakin bervariatif.

"Belum lagi masa-masa disruptif seperti saat ini, di mana aturan dalam menjalankan usaha yang dulu sudah paten dilakukan, kini tersingkirkan dengan tatanan aturan baru," imbuhnya.

Sebagai contoh, lanjutnya, makin masifnya pasar online, di mana menggerus pasar offline.

Maka dari itulah, banyak upaya yabg dilakukan Kemekop dan UKM untuk terus memberdayakan pelaku UMKM ini.

Forum Silaturahmi Nasional Indonesia Direct, Hadir Sebagai Wadah Berkembang UMKM Soloraya

"Kami berupaya mewadahi 30 ribu pelaku UMKM, dalam program pembinaan, peningkatan potensi, strategi dan kemampuan, tentunya dengan adanya kontinyuitas," katanya.

Pihaknya juga berujar selain pendampingan para pelaku juga dibina agar dapat harmonis dengan teknologi digital.

Karena, sangat efektif dan efisien saat ini untuk membantu aktifitas usaha.

Sementara berdasarkan data dari Kemekop dan UKM RI, dikatakannya, dari sebanyak 59.693.791 unit usaha di dalam negeri hingga akhir tahun lalu, 98,74 persennya merupakan usaha skala mikro.

Sebagai rincian, dikatakannya, untuk usaha besar sebanyak 5.969 unit atau 0,01 persen, usaha menengah 59.772 unit atau 0,10 persen, usaha kecil sebanyak 684.196 unit atau 1,15 persen, dan usaha mikro sebanyak 58.943.768 unit atau 98,74 persen. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved