Workshop Go Public BEI Solo, Menumbuhkan Perusahaan yang Optimal Tanpa Lembaga Keuangan

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengatakan sebetulnya terdapat alternatif sumber dana untuk mengembangkan perusahaan

Workshop Go Public BEI Solo, Menumbuhkan Perusahaan yang Optimal Tanpa Lembaga Keuangan
TribunSolo.com/Garudea Prabawati
Workshop Go Public Surakarta dengan tema Strategi Menuju Akselerasi Pertumbuhan Perusahaan yang Optimal Melalui Pasar Modal Indonesia di Hotel Novotel Solo, Selasa (23/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyelenggarakan Workshop Go Public Surakarta dengan tema Strategi Menuju Akselerasi Pertumbuhan Perusahaan yang Optimal Melalui Pasar Modal Indonesia di Hotel Novotel Solo, Selasa (23/10/2018).

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengatakan sebetulnya terdapat alternatif sumber dana untuk mengembangkan perusahaan tanpa harus melibatkan lembaga keuangan.

"Yakni dari pasar modal, caranya dengan mencatatkan saham perusahaan melalui go public atau menerbitkan surat utang," katanya kepada wartawan, Selasa (23/10/2018).

Lantas perusahaan yang menawarkan sebagian sahamnya kepada masyarakat maka akan memberikan konsekuensi positif bagi perusahaan itu sendiri.

Fadli Zon Tulis Puisi Sontoloyo seusai Presiden Jokowi Klarifikasi soal Politikus Sontoloyo

Artinya kinerja perusahaan akan lebih optimal karena lebih terbuka.

"Perusahaan ini akan jauh meningkat levelnya dengan kinerja tinggi," katanya.

Ia mengatakan syarat untuk menjadi emiten cukup mudah, salah satunya dengan total aset di atas Rp 5 miliar maka perusahaan tersebut bisa mencatatkan sahamnya di bursa. 

"Selain itu, terjadi penyebaran informasi ke publik, seperti laporan keuangan triwulanan terjadwal, ada aksi korporasi, dan wajib menginformasikannya kepada publik," katanya.

Diajak Poles Mobil, Tidak Disangka Tya Ariestya Justru Dapat Kejutan Sebuah Mobil Mewah dari Suami

Pihaknya juga berujar perusahaan yang dapat go public di Soloraya potensinya sangat besar.

Bahkan calon emiten atau perusahaan yang mencari modal dari bursa efek dengan cara menerbitkan efek (bisa saham, obligasi, right issue, warrant, atau jenis efek lainnya), di Soloraya terus terus bertambah.

Terbukukan, sejak bulan Desember 2017 sudah ada tambahan tiga emiten baru dari Soloraya.

"Dan di tahun sebelumnya sudah ada delapan emiten," tutupnya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved