Gempa dan Tsunami di Donggala dan Palu

BNPB Catat Jumlah Sementara Korban Meninggal Dunia Gempa Sulteng Capai 2.086 Jiwa

BNPB mencatat, jumlah korban meninggal dunia dalam bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah mencapai 2.086 jiwa.

BNPB Catat Jumlah Sementara Korban Meninggal Dunia Gempa Sulteng Capai 2.086 Jiwa
KOMPAS.com
Likuifaksi yang terjadi saat gempa Palu membuat tanah bergeser 500 meter. 

TRIBUNSOLO.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, jumlah korban meninggal dunia dalam bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah mencapai 2.086 jiwa.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, jumlah ini masih sementara per 28 Oktober 2018.

"Dengan rincian Kota Palu 1.705 orang, Kabupaten Donggala 171 orang, Sigi 188 orang dan Parigi Moutong 15 orang."

"Sebanyak 1.309 orang hilang. Korban luka-luka tercatat 4.438 orang, dan mengungsi sebanyak 206.524 orang," demikian ungkap Sutopo seperti dikutip dari rilis yang diterima seperti dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com, Minggu (28/10/2018).

Jumlahnya, lanjut dia, masih mungkin bertambah tergantung pada proses pencarian yang dilakukan meski pencarian yang terorganisasi tidak lagi dilakukan.

Fakta Baru Gempa Palu-Donggala, Temuan Jenazah Berpelukan hingga Pembangunan Hunian Sementara

Sementara itu, Sutopo juga melaporkan bahwa jumlah kerugian dan kerusakan yang terjadi akibat bencana di Sulawesi Tengah mencapai angka Rp 18,48 triliun per tanggal 27 Oktober 2018.

Sutopo menyatakan bahwa jumlahnya diperkirakan masih terus bertambah karena belum semua data kerusakan Kota Palu, Kabulaten Sigi, Donggala dan Parigi Moutong selesai dilakukan.

"Dari Rp 18,48 triliun dampak ekonomi akibat bencana tersebut, kerugian mencapai Rp 2,89 triliun dan kerusakan mencapai Rp 15,58 triliun," katanya.

Pengertian kerusakan, lanjut dia, adalah nilai kerusakan stok fisik aset.

Sedangkan kerugian adalah arus ekonomi yang terganggu akibat bencana, yaitu pendapatan yang hilang dan atau biaya yang bertambah akibat bencana pada 5 sektor yaitu permukiman, infrastruktur, ekonomi, sosial dan lintas sektor.

Halaman
12
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved