Mengenal Istilah ‘Segera ke RS’ untuk Mengetahui Gejala Stroke

Adapun penyuluhan disampaikan dr Naomi Ditya Sari dari Residen Neurologi Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS).

Mengenal Istilah ‘Segera ke RS’ untuk Mengetahui Gejala Stroke
Shutterstock
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Efrem Siregar

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dalam rangka memperingati Hari Stroke Dunia, RSUD dr Moewardi, Solo, Jawa Tengah, menggelar penyuluhan stroke dan pengobatan gratis di Kampung Mondokan, Kelurahan-Kecamatan Jebres, Solo, Selasa (30/10/2018).

Adapun penyuluhan disampaikan dr Naomi Ditya Sari dari Residen Neurologi Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS).

Ia menjelaskan, stroke disebabkan akibat susunan saraf otak yang tersumbat atau pembuluh darah yang pecah.

Untuk mengetahui gejala stroke, dr Naomi meringkasnya dalam istilah ‘Segera ke RS.’

Melestarikan Budaya Leluhur Menjadi Alasan Didirikannya Museum Lumpang di Tawangmangu, Karanganyar

Kata se-, merujuk pada senyum yang menjadi perot.

“Lalu ge-, gerakan separuh anggota tubuh yang lemas, ra-, cara bicara menjadi cadel atau tidak jelas,” kata dr Naomi kepada TribunSolo.com.

Gejala lainnya adalah ketika sebagian anggota tubuh menjadi kebas.

Lalu hurus R, merujuk pada kata rabun.

Wali Kota Solo Minta PDAM Optimalkan Sumur Air Dalam

Dr Naomi mengatakan, gejala stroke dapat juga dilihat saat bangun, mata mendadak menjadi sangat rabun.

Sementara S merujuk pada sakit kepala yang teramat sangat.

“Kalau ada menemukan tanda atau keluhan, harus dibawa ke rumah sakit atau puskesmas terdekat bagi yang tinggal di daerah terpencil,” terangnya.

Seseorang tidak mesti mengalami semua gejala tersebut untuk tahu apakah terkena stroke atau tidak.

Menurut dr Naomi, salah satu gejala, seperti sakit kepala yang sangat sakit bisa menjadi tanda orang terkena gejala stroke.(*)

Penulis: Efrem Limsan Siregar
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved