Pasar Legi Solo Terbakar

Pasar Legi Solo Terbakar, KPw BI Solo: Rescheduling Kredit Pinjaman Pedagang sudah Dikoordinasikan

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo telah melakukan koordinasi dengan perbankan yang memiliki cabang di Pasar Legi Solo

Pasar Legi Solo Terbakar, KPw BI Solo: Rescheduling Kredit Pinjaman Pedagang sudah Dikoordinasikan
TribunSolo.com/Garudea Prabawati
Deputi Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Surakarta, Muhammad Taufik Amrozi (kiri), Kepala KPw BI Solo, Bandoe Widiarto (tengah), dan Kepala Tim SPPURLA KPw BI Solo, Bhakti Artanta saat ditemui awak media, Selasa (30/10 /2018) 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo telah melakukan koordinasi dengan perbankan yang memiliki cabang di Pasar Legi Solo.

Koordinasi dilakukan terutama untuk memastikan akan menjadwal ulang atau merescheduling kredit pinjaman para pedagang, menyusul musibah terbakarnya Pasar Legi Solo, Senin (229/10/2018). 

"Dalam kaitan itu, pihak bank memiliki kebijakan serta strategi masing-masing untuk mengaji beban kredit para nasabah atau pedagang tersebut," ungkap Kepala KPw BI Solo, Bandoe Widiarto, kepada Tribunsolo.com, saat ditemui di KPw BI Solo, Selasa (30/10/2018).

Lantas, untuk kemudian menentukan pemberian kelonggaran waktu pengembalian.

Tim Voli Putra UNS Solo Raih Gelar Juara Gama Cup 2018

Sementara itu, seperti halnya saat musibah kebakaran Pasar Klewer tempo hari, di mana kerugian akan terbakarnya cash money yang tersimpan di kios-kios mungkin saja terjadi di Pasar Legi Solo.

Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi (SPPURLA)  KPw BI Solo, Bhakti Artanta mengungkapkan, penukaran uang rusak akibat terbakar pada prinsipnya hampir sama dengan penukaran uang rusak biasa.

"Apabila memang terjadi, pedagang datang saja ke BI lalu menyerahkan uang tersebut, dan dengan salsiskop BI mengukur persentase sisa uang yang bisa ditukar," katanya.

Prinsipnya uang yang boleh ditukarkan harus menyisakan 2/3 lebih bagian.

Kasus Korupsi Bupati Nonaktif Kebumen, KPK Tetapkan Ketua DPRD sebagai Tersangka

Kalau bagian yang utuh 2/3 maka dapat penggantian 100 persen dan tidak dikenai biaya sama sakali.

Namun jika kurang dari itu maka tidak bisa mendapatkan penggantian uang baru.

"Dan intinya selama uang itu asli, kemudian rusak karena terbakar tetap dapat penggantian baru"

"Namun jumlahnya tergantung dari kondisi kerusakan"

"Setiap lembar uang rusak harus menyisahkan 2/3 bagian utuh untuk bisa ditukar uang baru," tutupnya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved