Keterangan Saksi Berbeda, Kuasa Hukum Terdakwa Mercy VS Honda Beat di Solo Sebut Ada Kejanggalan

Sejumlah keterangan antara saksi satu dengan lainnya berbeda dalam sidang hari ini yang beragenda pemeriksaan saksi.

Keterangan Saksi Berbeda, Kuasa Hukum Terdakwa Mercy VS Honda Beat di Solo Sebut Ada Kejanggalan
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Kuasa hukum Iwan Adranacus, Joko Haryadi, ditemui usai sidang agenda pemeriksaan saksi di┬áRuang Sidang Kusumah Atmadja Pengadilan Negeri┬áSolo, Kamis (8/11/2018) sore. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tim kuasa hukum Iwan Adranacus (40), terdakwa kasus tabrakan Mercedes-Benz dengan Honda Beat di utara Mapolresta Solo merasakan kejanggalan atas fakta-fakta dalam persidangan pada Kamis (8/11/2018) siang.

Sejumlah keterangan antara saksi satu dengan lainnya berbeda dalam sidang hari ini yang beragenda pemeriksaan saksi.

Seperti diberitakan, sidang digelar mulai pukul 11.50 WIB di Ruang Sidang Kusumah Atmadja Pengadilan Negeri (PN) Solo.

Empat saksi dihadirkan, yakni Ririt Chakri Munindar, Maria Sari, Yohanes septianto, dan Sunarjianto.

Tiga BUMN Bersinergi, Berikan Banyak Promo Bagi Masyarakat

Kuasa hukum terdakwa, Joko Haryadi, usai sidang menuturkan, terjadi perbedaan keterangan saksi-saksi fakta persidangan.

"Banyak yang janggal karena saksi satu dengan yang lain gak nyambung," jelasnya ditemui usai sidang sore itu.

Disebutnya, perbedaan keterangan saksi-saksi dicontohkan seperti ada tidaknya kendaraan parkir di kawasan tempat korban Eko Prasetyo, pengendara Hoda Beat, tertabrak pada peristiwa Rabu (22/8/2018) lalu.

Lalu juga kondisi korban setelah tertabrak.

"Saksi 4 (Sunarjianto) bilang bahwa korban masih hidup hanya saja dia tak mengetahui sejauh mana nyatanya, sementara saksi 1 menyatakan korban meninggal di TKP," papar Joko.

Industri Kereta Api Nasional Libatkan Perguruan Tinggi Kembangkan Kereta Cepat

Atas hal itu, Joko mewakili kliennya menegaskan tetap bersikukuh bahwa kejadian tersebut murni kecelakaan lalu lintas tak sengaja menyebabkan korban meninggal dunia.

Lanjutnya, keluarga kliennya juga akan bertanggungjawab untuk masa depan keluarga korban.

Adapun sidang selanjutnya dijadwalkan pada Senin (13/11/2018) mendatang masih dengan agenda pemeriksaan saksi. (*)

Penulis: Facundo Crysnha Pradipha
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved