Pengacara Filipina yang Dikenal sebagai Penentang Presiden Duterte Tewas Ditembak

Benjamin Ramos ditembak orang tak dikenal saat meninggalkan kantornya di pusat kota Kabankalan, Pulau Negros, Selasa malam waktu setempat (6/11/2018).

Pengacara Filipina yang Dikenal sebagai Penentang Presiden Duterte Tewas Ditembak
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi penggunaan pistol. 

TRIBUNSOLO.COM - Seorang pengacara Filipina yang dikenal sebagai penentang kampanye anti-narkoba Presiden Rodrigo Duterte dilaporkan tewas ditembak.

Benjamin Ramos ditembak orang tak dikenal saat meninggalkan kantornya di pusat kota Kabankalan, Pulau Negros, Selasa malam waktu setempat (6/11/2018).

Al Jazeera memberitakan Rabu (7/11/2018), dia menderita tiga luka tembak di dada atas serta punggung, dan dinyatakan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Polisi menyatakan, mereka tengah mendalami kasus tersebut.

Apalagi sebelumnya pengacara berusia 56 tahun itu menerima ancaman mati.

New York Times via Sydney Morning Herald melaporkan, Ramos merupakan pendiri organisasi Persatuan Nasional Pengacara Rakyat (NUPL).

Organisasi tersebut memperjuangkan klien yang keluarganya menjadi target polisi, militer, maupun death squads dalam operasi pemberantasan narkoba yang dicanangkan Duterte.

Ramos menjadi pengacara ke-34 yang tewas dibunuh sejak Duterte berkuasa di 2016.

Pemimpin NUPL Edre Olalia mengecam pembunuhan tersebut.

"Kami sangat terganggu, terkejut, dan marah dengan pembunuhan berencana tersebut, ini merupakan masa-masa yang berbahaya," terang Olalia dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com.

Halaman
12
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved